Erabaru.net. Menjadi korban serangan air keras harus menjalani  proses yang sangat panjang dan menyakitkan. Beberapa dari mereka kehilangan harapan untuk melanjutkan hidup akibat tidak mendapatkan dukungan dan semangat dari keluarga atau orang-orang terdekat mereka. Namun, hal tersebut ternyata tidak membuat Kavita, wanita korban serangan air keras, patah semangat untuk terus berjalan dan menjalani hidup di tengah kesulitan yang ia hadapi.

Kavita Baruni, wanita berusia 26 tahun, berasal dari Kota Lucknow, ibukota Uttar Pradesh, India. Kavita diserang oleh Saif (25) yang merupakan tetangganya bersama seorang pria lain pada Juni 2012, setelah cinta Saif ditolak oleh Kavita.

Kavita menjelaskan bagaimana perasaannya saat diserang dengan air keras, “Saya merasa sangat hancur. Saat itu adalah waktu terberat bagi saya. Saya merasa telah kehilangan segalanya, bahkan harapan untuk hidup. Saya ingat rasa sakit yang sangat menyiksa ini, tapi saya juga menyadari bahwa diri saya telah berubah. Saya tidak terlihat seperti diri saya yang dulu lagi. ”

Serangan itu membuat wajahnya rusak parah. Menurut ahli bedah plastik, Dr. Vivek Kumar Saxena, Kavita harus menjalani tiga prosedur pembedahan secara gratis, karena dia tidak mampu membayar operasinya sendiri.

Operasi ini berhasil meningkatkan kepercayaan dirinya.

Gambar Kavita sebelum dan sesudah penyerangan. (Screenshot | Breaking News Today)

Beruntungnya, Kavita memiliki seorang kekasih. Dia bernama Nitesh Verma, 27 tahun yang selalu setia berada di sisi Kavita. Mereka bertemu setahun sebelumnya, tepatnya di tahun 2011 saat mereka bekerja di kantor yang sama.

Awalnya, Kavita menjaga jarak dengan Nitesh. Dia sempat berpikir bahwa tidak akan ada seorang pun yang tulus menerimanya. Namun Nitesh justru melakukan sebaliknya. Dia senang mengunjungi Kavita dan menghabiskan waktu bersamanya. Dia juga mendorong Kavita untuk membawa pelaku-pelaku penyerangannya ke pengadilan, seperti yang pernah dia lakukan. Namun Kavita mengehntikan langkahnya untuk menghukum para pelaku, karena membuat keluarganya menjauhi Kavita.

Orang tuanya merasa malu karena Kavita menempuh jalur hukum atas serangan tersebut. Mereka menganggap tindakan Kavita dapat menciptakan citra buruk bagi keluarga. Mereka pun akhirnya memberi Kavita dua pilihan, mati, atau meninggalkan rumah.

Pernikahan bahagia antara Kavita dan Nitesh . (Screenshot | Breaking News Today)

Dengan dukungan dari Nitesh, Kavita mengaku tidak menyesali keputusannya  saat dia meninggalkan rumahnya. Dia sangat berterima kasih pada Nitesh. “Suami saya selalu mendukung keputusan yang saya ambil. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana kehidupan saya kelak tanpa dia,” ujar Kavita.

Pasangan ini menikah pada 17 April. Pada hari pernikahan mereka, Kavita merasa sangat bahagia bisa menikahi Nitesh. Tak lupa, teman dekat dan tim medis turut membantunya dan menghadiri hari istimewa mereka. Walaupun demikian, hanya saudara laki-laki Kavita yang hadir ke pesta pernikahannya. Dia merasa sedih atas ketidakhadiran orang tuanya di hari spesialnya, namun dia tetap teguh dalam keputusannya tersebut.

Kavita yang dikelilingi oleh teman dekat dan tim medis di pesta pernikahannya. (Screenshot | Breaking News Today)

Pelaku  penyiraman air keras ke Kavita, Saif dibebaskan dari penjara setelah delapan bulan. Tidak kapok, Saif terus menuntut Kavita agar dia mencabut kasus pengadilan. Kalau tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Saif mengancam akan menyerangnya lagi.

Namun, Kavita tidak takut terhadap tuntutan dan ancaman Saif. Ia dan Nitesh telah menyewa seorang pengacara untuk menangani kasus penyerangan yang telah dilakukan Saif. Sepasang suami istri tersebut sekarang sedang menunggu tanggal sidang pengadilan.

Kavita telah menempuh perjalanan yang rumit sejak serangan yang dialaminya pada tahun 2012, dan dia dengan senang hati memulai kehidupan baru bersama suaminya. Dia juga kerap memberi dorongan dan semangat kepada korban serangan air keras  lainnya untuk bertahan hidup dan memperjuangkan hak-hak mereka.(NTDTV/Intan)

Share

Video Popular