- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Senjata Korut dan Produk Korsel

Oleh: Jing Yuan

Erabaru.net. Kian lama kian banyak orang menyadari, yang mendapat ancaman terbesar nuklir Korut bukan Korsel bukan pula Jepang, melainkan Tiongkok.

Beberapa waktu  lalu, cendekiawan pakar AS bernama Zhou Fangzhou menulis artikel berjudul “Tujuan Strategi Korut Kemungkinan Serang RRT dan Antisipasinya”, juga menjadi sorotan dan pembahasan di RRT. Akan tetapi beberapa jam kemudian artikel tersebut dihapus dari blognya.

Artikel mengatakan, “Terhadap pernyataan ini pihak RRT seharusnya bersikap waspada, persiapan meretaknya hubungan Korut-RRT dan antisipasi pecahnya perang, karena Korut telah secara terang-terangan mengancam RRT dengan senjata nuklir.”

Artikel mengutip pernyataan Kim Jong-un tentang logika Korut, “Jika rezim Korut tidak eksis, tidak ada artinya bagi dunia ini untuk eksis. Ini ditujukan bagi RRT, juga ditujukan bagi seluruh dunia, jangan salahkan keluarga Kim tidak memperingatkan di awal.”

Ia berpendapat, begitu RRT dan Korut terjadi perang, kegilaan Korut sangat mungkin akan mengerahkan jurus terakhirnya yakni mengerahkan senjata nuklir dan rudal biokimia untuk menyerang sasaran strategis RRT.

Menurut perkiraan CIA, Korut saat ini diduga memiliki 10 hulu ledak nuklir, yang bisa menimbulkan ancaman bersifat bencana terhadap keamanan regional, terutama wilayah timur laut Tiongkok.

Artikel Zhou Fangzhou menyatakan, karena sistem anti-rudal RRT yang terbatas harus dikerahkan untuk mengawal sasaran strategis militer vital dan sasaran non-militer kelas satu, sehingga banyak kota-kota kelas dua dan kelas tiga terpampang telanjang bagi senjata nuklir dan biokimia Korut.

Sementara kota-kota kelas dua dan tiga hampir semuanya berpenduduk jutaan orang, walaupun rudal Korut tidak mampu membidik secara presisi tapi tetap bisa menghantam kota-kota yang besar itu.

[1]
Senjata nuklir Korut saat ini belum tentu cukup kecil untuk bisa diluncurkan dengan rudal, namun hulu ledak biokimia milik Korut yang berjumlah banyak pasti bisa diluncurkan dengan rudal, dan akan menimbulkan korban dalam jumlah besar di kota-kota berpenduduk padat terutama di Asia Timur Laut. Dalam foto nampak Kim Jong-un tatkala menginspeksi pabrik persenjataan bio kimia di Korut. (internet)

Artikel juga menyebutkan, meluncurkan rudal nuklir atau rudal biokimia yang berdaya bunuh besar dari pangkalan rudal di perbatasan RRT-Korut ke kota-kota yang padat penduduk di RRT, maka hampir seluruh wilayah RRT dalam jangkauan rudal jarak jauh milik Korut.

Mereka sangat leluasa memilih sasaran, mulai dari wilayah timur laut, wilayah utara, tengah dan timur, semua kota yang berpenduduk padat bisa dijangkau, dan mayoritas kota-kota itu tidak memiliki sistem perlindungan anti-rudal.

Artikel menyatakan, senjata nuklir Korut saat ini belum tentu cukup kecil untuk bisa diluncurkan dengan rudal, namun hulu ledak biokimia milik Korut yang berjumlah banyak pasti bisa diluncurkan dengan rudal, dan akan menimbulkan korban dalam jumlah besar di kota-kota berpenduduk padat. Bisa dikatakan daya bunuh senjata biokimia Korut jauh melampaui senjata nuklirnya, dan sulit untuk dibendung.

Dalam sebuah artikel berjudul “Ledakan Nuklir Korut ke-6 Akan Musnahkan Asia Timur Laut!” yang dipublikasikan oleh Edisi Publik Wechat Bisnis Korea Utara, mengatakan uji ledak nuklir Korut yang ke-6 kemungkinan adalah bom plutonium berkapasitas besar.

Ancaman radiasi yang terjadi akan mengakibatkan wilayah timur laut RRT menjadi tak berpenghuni. Namun “bencana nuklir serius” yang disebabkan oleh cairan limbah nuklir beradiasi tinggi juga sama akan membuat Asia Timur Laut menjadi wilayah tak berpenghuni.

Pakar keamanan nuklir bernama Li Xu dan mengatakan, bahan bakar nuklir setelah dibakar di reaktor, akan menimbulkan residu fusi beradiasi tinggi, yang akan tetap tertinggal di bahan bakar yang telah terbakar – di dalam bahan bakar yang tersisa.

Di fasilitas pasca-pemrosesan, plutonium pada bahan bakar sisa itu ketika diekstrak, maka residu beradiasi itu akan larut di dalam cairan ekstraktor, membentuk limbah beradiasi tinggi dalam jumlah besar. Limbah beradiasi tinggi seperti itu adalah masalah yang paling memusingkan juga adalah bahaya terbesar sampai saat ini di industri nuklir dunia.

Menurut Li Xudan, jika limbah radiasi Korut ini dimasukkan ke dalam kantong nuklir, lalu dibuang ke Sungai Yalu, atau dimasukkan ke proyektil meriam, atau roket, kekuatannya tidak akan lebih lemah daripada bom atom, dan tak terbendung.

Beberapa waktu lalu media corong Partai Komunis Tiongkok/PKT memprovokasi gerakan “boikot produk Korsel”, namun menurut data belanja online yang baru-baru ini dipublikasikan oleh pemerintah Korsel, kuartal pertama tahun ini, warga RRT yang membeli secara online produk Korsel, bukannya menurun sebaliknya justru melonjak 50% lebih.

Pada 4 Mei lalu Biro Statistik Korsel mengumumkan “Pergerakan Belanja Online Bulan Maret” menunjukkan, kuartal pertama tahun ini penjualan retail hanya Tiongkok saja sudah menyumbangkan 80,6% atau naik sekitar 59,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jika dibandingkan kuartal sebelumnya terjadi peningkatan 6,2%.

Penjualan online luar negeri Korsel secara total di kuartal pertama tahun ini mencapai 771,6 milyar Won, di antaranya penjulaan ke RRT sebesar 621,8 milyar Won, menyusul AS di posisi kedua sebesar 45,8 milyar Won, dan Jepang sebesar 33,9 miliar Won.

Berita menyebutkan, meskipun terkena dampak THAAD, namun kebutuhan RRT akan produk Korsel tetap eksis. Sebenarnya sejak akhir Februari lalu, saat Lotte Group Korsel memutuskan untuk menyerahkan lahannya bagi militer untuk instalasi THAAD, media corong PKT langsung mempropaganda konsumen agar memboikot Lotte, kelompok Wu Mao (warganet yang bekerja untuk propaganda PKT) juga membombardir di forum medsos dan polling di internet untuk memboikot Lotte.

Akibat provokasi PKT, masyarakat awam juga memprotes supermarket Lotte dengan slogan, spanduk, dan lain-lain bahkan ada yang pergi ke Lotte lalu membuat rekaman video dirinya sendiri sedang menghancurkan supermarket Lotte sambil berteriak, “Barang-barang Korea Selatan, enyah dari Tiongkok” dan lain-lain.

Akan tetapi, pada April media Korsel memberitakan, meskipun konflik RRT-Korsel akibat THAAD terus berkembang, namun produk Korsel tetap sangat diminati di bursa online RRT, berbagai produk Korsel yang dijual lewat pemasok lintas negara secara online bukannya menurun justru melonjak naik.

Berita mengatakan, perwakilan dari agen dagang dan investasi Korsel (KOTRA) di Beijing pada 20 April lalu menunjukkan data bahwa dalam urutan transaksi impor Lynx International, produk Korsel adalah sebesar 13,6% atau berada di urutan ketiga setelah Jepang (19,3%) dan Amerika (18,3%).

Setelah Korsel memutuskan untuk menginstalasi THAAD, banyak produk kosmetika asal Korsel yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam daftar impor oleh Bea Cukai RRT, produk Korsel pun terhambat untuk masuk ke pasar RRT.

Namun konsumen Tiongkok tetap membeli produk Korsel lewat jalur belanja online lintas negara. Terutama yang diminati adalah produk kosmetika, busana, produk pelangsing tubuh, produk-produk kewanitaan dan lain-lain adalah yang paling diminati konsumen online di Tiongkok.

Apa yang dibutuhkan oleh rakyat Tiongkok bukanlah senjata yang bisa mengancam jiwanya, melainkan produk untuk kehidupan yang makmur. Apa yang dibutuhkan bukan diktator yang terus menteror mereka, melainkan lingkungan masyarakat yang bebas lahir batin. Ini bukan propaganda politik dari “Kekuatan yang memusuhi”, melainkan sifat kemanusiaan yang paling mendasar. (sud/whs/rp)