Erabaru.net – Rintangan menjalani kehidupan tanpa takdir memiliki kedua lengan tangan sangat sulit untuk dibayangkan.  Tetapi bagi wanita cantik ini bukan sebuah massalah, dia juga berhasil menguasai dunia ketika dia menguasai kelemahan dirinya.

Sementara kita sering galau dan menyerah meratapi kehidupan ini, Jessica Cox (34) yang dilahirkan tidak berlengan, bangkit untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya.

Dengan dukungan suaminya, Jessica diberikan dorongan semangat untuk melakukan hampir apa saja yang diimpikannya.

Dia bisa menyuap makanan, mengemudi, mengetik, menulis, kegiatan luar, memakai pakaian, bermain piano, menggunakan sumpit makanan, semuanya ini dapat dilakukannya sendiri menggunakan kakinya yang menakjubkan.

Wanita menakjubkan ini adalah pemegang Guinness World Record sebagai orang tak berlengan pertama yang memiliki gelar pilot dan sabuk hitam dari organisasi American Taekwondo Association.

“Bidang penerbangan memberikan kesempatan kepada saya untuk menantang stigma dan kendala sikap yang ada di seluruh dunia.”

Navigasi pesawat tidak hanya memberikan saya sayap untuk terbang, itu juga menganugerahi suara kepada saya untuk berkata-kata,” kata Jessica dalam tulisan di blognya.

“Saya lahir tanpa lengan dan dengan apa yang mampu saya lakukan tanpa itu, jujurnya saya mengaku hari ini, jika diberikan pilihan, saya rela hidup tidak berlengan,” kata Jessica.

Tahun 2008 merupakan tahun yang penting dalam kehidupan Jessica. Pada tahun tersebut, dia berhasil melakukan apa yang hanya mampu diimpikan banyak orang.

Dia belajar bagaimana untuk menerbangkan pesawat. Namun begitu, impiannya tidak berhenti di situ, dia memasang cita-cita untuk menerbangkan pesawat tempur.

Setelah menjalani masa latihan berat selama 3 tahun, dia mampu menerbangkan pesawat Ercoupe menggunakan kakinya, sehingga jadilann ia pilot tidak berlengan pertama di dunia.

Jessica mulai melibatkan diri dalam olahraga Taekwondo pada usia 10 tahun dan memegang dua sabuk hitam dalam olahraga tersebut.

Pada tahun 2014, dia menjuarai sebuah kompetisi tingkat wilayah.

Pada tahun 2015, Jessica menerbitkan sebuah buku otobiografi bertajuk “Disarm Your Limits” dan menjadi juru bicara motivasi yang diakui di seluruh dunia.

Dokumenternya yang berjudul “Right footed” yang mendapatkan berbagai penghargaan sejak diterbitkan pada tahun yang sama. Dia mengisahkan tentang kehidupan serta pencapaiannya.

Menurut situs Jessica, “Right footed mengisahkan tentang kekuatan tekad manusia dan melihat bagaimana kehidupan seorang dapat mempengaruhi orang lain dengan mendalam.”

“Perjalanan hidup Jessica adalah sebuah kisah tentang kehebatan kekuatan kepercayaan dan kekuatan tekad yang akan menantang persepsi Anda tentang arti ‘cacat'” tulis situs webnya lagi.

Jessica telah menjelajah ke lebih 20 negara meliputi enam benua untuk berbagi kisahnya dan memberikan harapan kepada jutaan orang lainnya untuk membantu menghadapi tantangan yang dihadapi masing-masing.

Meskipun dia telah meraih berbagai penghargaan dan kesuksesan, Jessica masih terus mendorong dirinya untuk menantang kemampuan dirinya.

Sementara banyak yang meragukan dan sangkaan terhadap golongan disabilitas, Jessica telah membuktikan kepada dunia bahwa tidak ada yang mustahil.

Perjalanan hidupnya sulit, tapi dia bertekad untuk menantang dirinya dan membuat semua orang takjub.

Wanita berani ini membuktikan bahwa hambatan dapat diatasi, stigma dapat dihilangkan, dan hanya dengan mengatasi ketakutan dan kekurangan diri barulah  dapat mencapai keberhasilan yang menakjubkan. (Erabaru.com.my/asr)

Share

Video Popular