Erabaru.net. Ah Q adalah seorang pria, rakyat jelata dengan sedikit pendidikan dan tidak punya pekerjaan tetap.

Dia sering berbicara kepada diri sendiri dan menipu dirinya sendiri bahkan ketika dihadapkan pada kekalahan dan penghinaan besar.

Dia orang yang suka membully orang-orang yang lebih tidak beruntung darinya, namun sangat takut pada orang-orang yang status, kekuatan dan kelasnya lebih tinggi daripada dirinya.

Dia suka membujuk dirinya sendiri secara mental bahwa dia secara spiritual adalah lebih unggul dari orang-orang yang menindasnya bahkan sekalipun dia mengaku kalah pada tirani dan penindasan orang-orang tersebut.

Ah Q dikenal sebagai orang yang suka membohongi dirinya sendiri dengan meyakini bahwa dirinya adalah pemenang setiap kali dia kalah. Pada suatu cerita, dia dipukuli dan perak miliknya dicuri ketika sedang berjudi di sebelah sebuah teater.

Dia menampar wajahnya sendiri, dan karena orang yang melakukan penamparan adalah dirinya, maka dia memandang dirinya sebagai pemenang dalam seluruh peristiwa ini.

Ketika Tuan Zhao, seorang tuan tanah yang sangat dihormati di desa, memukul Ah Q dalam sebuah perkelahian, dia menganggap dirinya sebagai orang penting karena punya hubungan dengan orang yang sangat dihormati.

Walaupun beberapa penduduk desa tidak yakin akan hal itu, namun mereka tidak menanyakan lebih lanjut dan memperlakukan Ah Q dengan hormat selama beberapa waktu.

Ah Q sering berpikiran sempit terhadap hal-hal kecil. Ketika dia bepergian ke suatu desa baru dan melihat bahwa “bangku panjang” disitu disebut sebagai “bangku lurus,” dia yakin bahwa semua penduduk desa disana adalah orang bodoh, dan mutlak salah dalam memberi nama.

Ada suatu kisah dimana Ah Q mengganggu seorang biarawati untuk membuat dirinya merasa lebih baik. Dia mencubit biarawati tersebut dan menyalahkannya atas semua masalah yang dia alami. Bukannya memprotes dan menuntut keadilan atas perbuatan Ah Q, kerumunan  orang yang melhat malah menertawakannya.

Suatu hari, berita tentang Revolusi Xinhai sampai ke kota. Kedua keluarga tuan tanah besar, keluarga Zhao dan keluarga Qian, ikut mendukung revolusi untuk mempertahankan kekuasaannya. Orang-orang lain, menyebut diri mereka sebagai “tentara revolusioner”.

Mereka berencana untuk merampok rumah-rumah tuan tanah dan orang-orang kaya, Ah Q juga ingin ikut. Namun ketika waktunya tiba, Ah Q kehilangan kesempatan untuk beraksi, karena ketiduran sampai siang dan tidak ada yang membangunkannya. Akhirnya Ah Q dijadikan sebagai kambing hitam dan ditangkap karena penjarahan tersebut, dan dia dijatuhi hukuman mati oleh gubernur setempat.

Ketika Ah Q disuruh menandatangani surat pengakuan, dia khawatir tidak bisa menulis namanya dengan benar. Petugas menyuruhnya untuk menggambar sebuah lingkaran saja. Ah Q sangat khawatir tidak bisa menggambar sebuah lingkaran dengan sempurna dan karena itu nanti dia akan dipandang rendah.

Sudah terlambat baginya ketika tahu bahwa dirinya akan dihukum mati. Sebelum dieksekusi, dia mencoba menghibur kerumunan orang, namun tidak dapat menemukan bait yang tepat dari Opera Tiongkok. Jadi dia memutuskan untuk menyanyikan baitnya sendiri, namun dia hanya mengucapkan satu bait saja. (jul/rp)

Share

Video Popular