Erabaru.net – Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK terkait kasus jual beli opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) laporan keuangan untuk Kementerian Desa dan PDTT berujung penangkapan terhadap  empat orang.

Mereka adalah  yang ditahan KPK adalah AS dan RA selaku auditor BPK. Pejabat yang ditangkap adalah Jarot Budi Prabowo selaku pejabat Eselon III Kemendes PDTT dan Sugito selaku Irjen Kemendes PDTT.

Deputi Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Apung Widadi menilai kasus pengungkapan adanya kasus jual beli merupakan  tamparan keras bagi BPK. Sehingga terjadinya tangkap tangan ini membuat mitos selama ini terkait jual beli predikat WTP di BPK seolah-olah terpecahkan.

Bagi FITRA terjadinya kasus ini sudah semestinya sebagai momentum untuk reformasi internal BPK. Langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan adalah reformasi sistem integritas internal auditor dan tak menempatkan orang partai politik sebagai posisi pimpinan BPK.

Widadi menambahkan momentum kasus ini diharapkan untuk membongkar perilaku korup di dinternal BPK. Apalagi sebagaimana diketahui, lembaga auditor negara ini mengaudit kurang lebih Rp 3.000 triliun uang negara baik APBN maupun APBD.

“Bagaimana kita bersih dari korupsi, kalau auditornya  justru korupsi,” jelasnya dalam rilisnya.

Saat OTT yang dilakukan KPK Jumat (26/5/2017), barang bukti yang diamankan adalah uang Rp 40 juta dari ruangan AS selaku auditor BPK serta USD 3000 dan Rp 1,145 miliar dari ruangan RA juga selaku auditor BPK.

Pasal yang dijerat kepada pejabat Kemendes PDTT yakni SUG dan JBP dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a, atau Pasal 5 ayat 1 huruf b, atau Pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal selaku pemberi suap atau gratifikasi adalah 5 tahun penjara.

Sedangkan dua auditor BPK yakni RS dan ALS dikenai Pasal 12 huruf a, atau Pasal 12 huruf b, atau pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman  paling lama 20 tahun. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds