Erabaru.net. Pembangunan jembatan sepanjang 30 km yang menghubungkan Hong Kong dan Tiongkok, yang melintasi muara Sungai Mutiara hampir dipastikan akan selesai dalam waktu dekat.

Jembatan ini tersusun dari lebih banyak baja daripada baja di Menara Eiffel, dan telah melewati masa konstruksi hampir delapan tahun. Biaya proyek juga membengkak menjadi sekitar Rp. 256 triliun.

Kritikus melihat bahwa hal itu akan menjadi layak dan menguntungkan, karena jembatan itu akan dapat menarik 40.000 atau lebih kendaraan per harinya.

Pejabat Tiongkok berharap dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masing-masing wilayah, terlebih pada saat ini, Hong Kong agak bersitegang dengan Tiongkok.

Sejak Hong Kong kembali ke pemerintahan Tiongkok pada 1997, telah terjadi banyak proyek yang bertujuan untuk mengintegrasikan Hong Kong dengan Delta Sungai Mutiara.

Hal ini memicu kegelisahan di Hong Kong.

Beberapa masalah adalah besarnya jumlah uang yang dihabiskan dalam konstruksi jembatan tersebut yang bisa dialokasikan ke kesehatan, perumahan, dan pendidikan. Yang lainnya khawatir mereka melihat erosi identitas independen Hong Kong.

“Mereka tidak hanya memikirkannya sebagai jembatan fisik. Sebenarnya, sebuah jembatan itu dibangun sebagai cara pemerintah untuk menyatukan Tiongkok daratan dengan Hong Kong, bahkan kemungkinan buruknya adalah cara untuk mengaburkan posisi Hong Kong, “kata anggota parlemen pro-demokrasi Kwok Ka Ki.

Jembatan itu pertama kali diusulkan pada akhir 1980-an. Saat itu ditentang oleh pemerintah kolonial Inggris Hong Kong, khawatir bahwa perkembangan tersebut bisa membuat kota ini lebih dekat ke pemerintahan komunis Tiongkok.

Sebagian besar pembangunan jembatan ini diperkirakan akan selesai pada akhir 2017. Lihat videonya di NTD.TV. (jul/rp)

Share

Video Popular