Erabaru.net. Kapan terakhir kali Anda mengingat langit yang dipenuhi bintang? Apakah Anda merasa tidak bisa mendapatkan tidur yang nyenyak di malam hari? Semuanya bisa jadi akibat satu masalah: polusi cahaya.

Ledakan pencahayaan buatan selama 140 tahun terakhir memang membawa manfaat produktivitas dan kenyamanan, tapi itu juga secara permanen menerangi langit, sehingga membuat kegelapan malam menjadi lebih singkat dan semakin jauh dari pemukiman manusia.

Dan, ternyata, kegelapan sangatlah penting.

Polusi cahaya mengganggu navigasi bermigrasi, ritual kawin, berburu, dan banyak proses lain yang penting bagi kehidupan tumbuhan, serangga, dan hewan.

Lebih buruk lagi, polusi cahaya merusak tidur kita. Ia mengganggu kemampuan tubuh manusia untuk menghasilkan melatonin, bahan kimia penting yang membutuhkan kegelapan yang nyaris sempurna untuk menghasilkannya. Paparan cahaya di malam hari telah dikaitkan dengan diabetes, obesitas, kanker payudara dan prostat, serta berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Itulah mengapa kita patut khawatir karena lebih dari 85 persen orang di dunia hidup di bawah langit yang dianggap tercemar cahaya. Dan itu juga mengapa sebagian besar dari kita sudah tidak dapat melihat Bima Sakti lagi.

Gavin Heffernan dan Harun Mehmedinović, seniman visual dan pembuat film, menekankan masalah pentingnya polusi cahaya melalui hobi.

Mereka suka memotret langit malam, terutama gambar dengan paparan yang sangat panjang, yang bisa mengungkapkan lebih banyak bintang daripada yang dirasakan oleh mata manusia.

Namun untuk mendapatkan hasil yang jelas, mereka tahu bahwa mereka perlu bergerak jauh dari peradaban.

Lampu kota bisa merusak foto mereka dalam jarak seratus mil. Dan saklar yang berkesinambungan pada lampu LED menambah masalah karena seringkali muncul dalam warna kebiru-biruan yang justru lebih mencemari.

Akhirnya, Heffernan dan Mehmedinović membuat kampanye Kickstarter dalam sebuah proyek untuk mendokumentasikan objek-objek wisata yang masih memiliki langit malam yang benar-benar gelap di seluruh kawasan Amerika Utara. Tidak hanya untuk mengabadikan keindahannya, tapi juga untuk meningkatkan kesadaran orang-orang tentang hilangnya langit gelap itu secara bertahap.

“Biasa orang mengenalnya sebagai sumber daya yang terancam punah,” kata Heffernan. Mereka baru saja menyelesaikan proyek dan menerbitkan sebuah buku foto dan video berjudul Skyglow.

Selama tiga tahun terakhir mereka menempuh perjalanan lebih dari 240.000 km, mengumpulkan lebih dari 500.000 foto, dan belajar banyak tentang dampak polusi cahaya.

“Apa yang kami pelajari adalah bahwa hal itu sebenarnya berpotensi jauh lebih merusak daripada yang kita pikirkan sebelumnya,” kata Heffernan.

“Sebagai contoh, pepohonan akan semakin mengalami kekeliruan dengan pemikiran bahwa ini adalah saat yang salah sepanjang tahun sehingga banyak pohon mulai bermunculan pada minggu-minggu awal, dan ketika pohon mulai bermunculan beberapa minggu lebih awal, serangga mulai berkembang biak beberapa minggu lebih awal, dan ketika serangga-serangga mulai berkembang biak lebih awal burung tidak memiliki serangga untuk dimakan. Terdapat keseimbangan ekologi yang sangat rapuh yang kita temukan telah hilang saat langit malam ini diambil.”

Mereka berharap buku mereka akan mendorong orang untuk melawan tren perubahan malam yang artifisial dari hari ke hari.

“Kami mulai belajar bahwa itu tidak baik untuk kami,” kata Heffernan. “Kita kian kehilangan koneksi dengan langit malam.”

Berikut adalah beberapa tip tentang cara mengurangi polusi cahaya:

  • Gunakan perlengkapan lampu yang terlindung sepenuhnya. Itu berarti lampu yang bersinar turun, tidak sampai ke langit. Anda juga bisa mendesak pejabat setempat untuk memodifikasi lampu jalan dengan cara ini.
  • Pasang timer, sensor gerak, dan sakelar, serta matikan lampu saat tidak digunakan.
  • Gunakan lampu dengan warna merah atau kuning untuk meminimalkan efek kesehatan negatif dan mengurangi dampak pada langit malam. Hindari lampu biru di malam hari, baik dari lampu LED, TV, telepon, atau layar komputer.
  • Jaga agar tirai Anda tetap tertutup pada malam hari.
  • Jangan gunakan lebih banyak cahaya dari yang Anda butuhkan. (Epochtimes/Osc)

Share

Video Popular