Erabaru.net. Di antara daftar penemuan Tiongkok kuno terbesar, kerajinan tenun sutera harus berada di bagian atas daftar.

Sutera berasal dari serat protein alami yang tersusun dari fibroin yang diproduksi oleh Bombyx mori  (Ulat Sutera). Benang sutera diambil dari fibroin ulat  sutera yang telah direbus, lalu serat proteinnya diambil untuk ditenun menjadi bahan tekstil.

Jenis sutra terbaik diperoleh dari larva ulat sutera. Siklus hidup ulat sutera meliputi telur, ulat, kepompong, dan kemudian menjadi ngengat atau kupu-kupu.  Siapa yang menemukan pembuatan sutra?

Legenda mengatakan bahwa Lei Zu, istri Kaisar Huang Di, Kaisar Kuning, sekitar 4.000 tahun yang lalu!

Legenda mengatakan bahwa Lei Zu menemukan ulat sutera saat dia minum teh di siang hari. Sebuah kepompong jatuh ke dalam tehnya, panas teh kemudian membuat sutera yang ada di kepompong terbuka, hingga membentang di seluruh kebun.

Saat sutera itu habis, Lei Zu menemukan bahwa larva ulat sutra adalah sumber penghasil benang sutera. Dia juga menemukan bahwa ulat sutera memakan daun murbei hingga menjadi kepompong.

Benang sutra diambil dari kepompong ulat sutera yang telah direbus, dan serat proteinnya ditenun menjadi bahan tekstil. (Gambar: pixabay / CC0 1.0)

Jadi, Lei Zu meminta Kaisar Kuning untuk memberinya sebatang pohon murbei agar dia bisa memelihara ulat sutera. Selain itu, Lei Zu dikaitkan dengan penemuan gulungan sutera, yang menggabungkan filamen halus menjadi benang yang cukup kuat untuk ditenun. Lei Zu juga diperkirakan sebagai orang yang menciptakan alat tenun sutera pertama.

Tidak peduli seberapa akurat legenda ini, namun legenda tersebut membuat fakta bahwa Tiongkok adalah peradaban pertama di dunia yang menggunakan sutera! Dan Lei Zu sendiri dijuluki sebagai Can Nai Nai (蚕奶奶 Nenek Ulat Sutera), dan dia dianggap sebagai salah satu penemu dalam peradaban Tiongkok kuno.

Munculnya sutera yang berkilauan disebabkan oleh prisma segitiga yang ada dalam struktur serat sutera, yang memungkinkan kain sutera untuk membiaskan cahaya pada sudut yang berbeda, sehingga menghasilkan warna yang berbeda.

Benang sutera juga bisa dicelupkan ke dalam banyak warna yang indah. Kini, benang sutera biasa dibuat sebagai syal, kaos, rok, piyama, dan jenis pakaian lainnya.

Saat ini, produsen utama sutera tenun Tiongkok berada di Suzhou, Provinsi Jiangsu, dan Hangzhou, Provinsi Zhejiang.

Miris saat melihat kondisi para penenun sutera yang kian langka dari tahun ke tahun, apalagi hasil dari produksi tenun sutera tidak bisa seluruhnya dinikmati oleh para penenun sendiri.

(Image: Armin Kübelbeck via wikimedia CC BY-SA 3.0)

Berikut merupakan sebuah puisi yang ditulis oleh penyair Zhang Yu (张俞) dari Dinasti Song :

蚕妇                 Wanita Ulat Sutera
昨日入城市      Kemarin aku pergi ke kota
归来泪满巾      Pulang ke rumah, air mata memenuhi handuk saya
遍身罗衣者      Semua orang yang menggunakan pakaian sutera
不是养蚕人      Bukanlah orang yang membesarkan ulat sutra

(jul/rp)

Share

Video Popular