- Erabaru - http://www.erabaru.net -

‘Malaikat dari Manchester’, Penginisiasi Penyelamatan 50 Anak Setelah Pengeboman Dalam Konser Ariana Grande

Erabaru.net. Puluhan orang tewas dan puluhan orang lainnya cedera akibat aksi teror tragis yang terjadi di Manchester. Serangan tersebut terjadi saat konser Ariana Grande sedang berlangsung. Jumlah korban sendiri memang cukup banyak, terlebih para penonton mayoritas berasal dari basis penggemar Ariana yang terdiri dari gadis-gadis remaja dan pra-remaja.

Hampir tidak mungkin untuk memahami bagaimana hal mengerikan semacam ini bisa terjadi, namun karena semakin banyak informasi yang datang dengan cepat, malahan ada lebih banyak cerita tentang harapan dan kebaikan untuk meningkat dari kegelapan.

Salah satu tokoh dalam cerita tersebut adalah Paula Robinson, berusia 48 tahun, yang dijuluki “Malaikat dari Manchester.”

 Tadi malam, Paula dan suaminya berada di stasiun kereta Victoria yang dekat dengan lokasi konser Ariana Grande sedang berlangsung. Ketika mereka mendengar dan merasakan ledakan tersebut, Paula melihat “puluhan” gadis remaja berlari dan menjerit, banyak yang terpisah dari orang tua mereka dalam kekacauan.

Paula menggiring sekitar 50 remaja dan anak-anak yang panik. “Kami berlari,” kenangnya. “Saya menyuruh para remaja untuk berlari mengikuti saya.”

Dia membimbing gadis-gadis itu ke penginapan terdekat dan di sana mulai memposting hal ini ke seluruh media sosialnya, berharap Paula bisa terhubung dengan orang tua yang mencari anak-anak mereka.

“Siapapun yang sedang mencari anaknya di #Manchester [1] malam ini, pergilah ke Hiloday Inn karena seorang gadis telah menyelamatkan mereka pic.twitter.com/snJfE0IysZ [2],” tulis Amy Cotter dalam akun twitternya, AmyLou_Cotter

Paula juga memposting dalam akun Facebooknya, tentang kabar korban selamat yang telah diamankan di Holiday Inn kepada seluruh orang tua yang belum menemukan anaknya. Bahkan Paula mencantumkan nomor handphonenya.

[3]
DailyMail

Akibatnya, telepon genggam Paula tidak berhenti bordering selama beberapa waktu setelah dia memposting tentang korban anak-anak yang berhasil dia selamatkan.

Tindakan yang dilakukan Paula menuai banyak pujian. Diantaranya adalah pengguna akun Twitter @PoweredbyPoodle, CJ Frederick yang berterimakasih kepada Paula dan Amy karena telah menyelamatkan dan mengamankan korban anak-anak.

Selanjutnya, pemilik akun @atterse, Guy Hamilton menuliskan bahwa Paula adalah orang yang luar biasa karena berhasil membawa anak-anak yang ketakutan ke tempat yang lebih aman. Dia bahkan memuji bahwa Paula adalah lentera kegelapan dalam kejadian horror Manchester.

Paula masih tidak tahu apa yang memaksa dia untuk menyelamatkan semua anak-anak itu dari tragedi bom Manchester, tapi kita yakin anak-anak itu  dan keluarga mereka akan selalu berterima kasih karena pertolongan dari “malaikat” mereka. (inspiremore/intan/jul)