Erabaru.net – Bagi putri ditakdirkan untuk putranya dan permaisuri untuk rajanya, begitulah aturan pada zaman dahulu sewaktu keluarga kerajaan harus menjaga keturunan kerajaannya.

Namun, bagi Putri Mako, Cucu Kaisar Jepang dari anak Pangeran Akishinomiya, menikahi seseorang yang berketurunan kerajaan tidak penting baginya. Anggota kerabat kekasiaran Jepang itu sanggup melepaskan status bangsawan untuk menikah dengan pacarnya yang merupakan orang biasa.

Putri Mako rela memilih menanggalkan status bangsawan untuk menikahi Kei Kumuro yang bekerja di sebuah firma hukum.

Kisah percintaan mereka dimulai sekitar 5 tahun yang lalu ketika mereka bertemu di sebuah restoran saat keduanya sedang melanjutkan studi ke luar negeri.

Putri Mako

Putri Mako akan meninggalkan keluarga kerajaan dan dianggap sebagai orang biasa setelah dia menikahi Kei Kumuro.

Putri Mako juga telah memperkenalkan pacarnya ke Fumihito yang juga merupakan adik  Pangeran Mahkota Naruhito.

Kei Kumuro

Setelah Kei dan Putri Mako menikah, nama kerabat kerajaan itu akan diubah menjadi “Puan Mako Kumuro,” dan gelar bangasawan dimilikinya akan dicabut.

Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang baru di Jepang dan Putri Mako bukanlah yang pertama melakukannya.

Bibinya, Sayako, juga menikahi rakyat biasa pada tahun 2005 kepada seorang perancang kota bernama Yoshiki Kuroda.

Pihak istana mengumumkan bahwa persiapan untuk pernikahan ini sedang dijalankan.

Pernikahan tersebut akan menjadi sah secara resmi setelah upacara yang melibatkan pertukaran hadiah berlangsung.

Pihak Istana Kekasiaran sedang mempersiapakan pernikahan Kerajaan Jepang yang nantinya harus sesuai dengan adat istiadat kekaisaran. Pengumuman pernikahan kepada publik akan disampaikan sebelum tanggal pernikahan. Kaisar dan Ratu Jepang masih harus menerima laporan secara resmi. (Erabaru.com.my/asr)

 

Share

Video Popular