Erabaru.net.  Misteri bagaimana atmosfir Bumi terbentuk telah lama diperdebatkan para ilmuwan. Namun, beberapa ilmuwan percaya bahwa beberapa atmosfer Bumi mungkin telah dibawa ke planet ini oleh komet pada miliaran tahun yang lalu. Sebuah studi baru telah menemukan bukti yang mendukung teori ini.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, para ilmuwan telah menganalisis sampel kecil dari udara kuno yang terperangkap di dalam gelembung air yang ditemukan di batu kuarsa yang diperkirakan telah berumur lebih dari 3 miliar tahun.

Para ilmuwan menemukan bahwa udara di bebatuan tersebut sebagian terbentuk dari unsur kimia xenon yang sangat langka. Unsur kimia ini dikenal sebagai U-Xe dikatakan sangat langka karena unsur itu tidak biasa ditemukan di Bumi. Unsur ini juga tidak ditemukan di meteorit manapun, dan komponennya tidak ada di dalam mantel Bumi.

Akibatnya, para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa U-Xe ada di planet Bumi setelah atmosfir primordial berkembang. Oleh karena itu, komet menjadi kandidat terbaik untuk membawa U-Xe ke planet ini.

Prof. Ray Burgess, dari Sekolah Ilmu Bumi dan Lingkungan Manchester dan rekan penulisnya, menjelaskan dalam sebuah pernyataan :

“Bumi terbentuk terlalu dekat dengan Matahari, jika terdapat elemen yang mudah menguap dan mengembun, seperti U-Xe, mereka akan cepat mendidih dari permukaan dan hilang ke luar angkasa.

“Alasan lautan dan atmosfir ada karena terdapat zat volatile (mudah menguap) yang ditambahkan setelah Bumi terbentuk. Teka-teki tersebut adalah untuk mengidentifikasi dari mana asal zat volatile, dan benda apa yang telah membawa mereka ke Bumi.

“Kesulitannya adalah bahwa banyak dari berbagai bahan volatil yang awalnya ditambahkan telah dicampur karena proses geologi selama sejarah Bumi yang panjang.”

Para ilmuwan menggunakan alat bor dari daerah Barberton di Afrika Selatan untuk menemukan batuan ini. Batuan dari daerah ini walaupun telah berumur sangat tua, namun sangat terpelihara dengan baik. Saat meneliti batu kuarsa dari Barberton, para ilmuwan menemukan bahwa U-Xe berusia 3,3 miliar tahun memiliki komposisi yang sangat berbeda dari unsur kimia xenon yang ditemukan di atmosfer Bumi saat ini.

Penulis utama Dr. Guillaume Avice dari CRPG menjelaskan:

“Kami mengukur jumlah dan kelimpahan unsur kimia xenon yang ditemukan di udara, yang telah terperangkap di bebatuan berumur 3,3 miliar tahun dengan presisi yang tak tertandingi.

“Xenon adalah gas mulia yang, tidak dapat bereaksi secara kimiawi dan memiliki sembilan isotop, merupakan elemen ideal untuk mengungkapkan komposisi isotop xenon di atmosfer utama Bumi. Ini juga menjadikannya cara ideal untuk mengetahui dari mana asalnya atmosfer unsur xenon yang ditemukan di udara bebatuan tersebut. “

Prof. Bernard Marty, yang memprakarsai penelitian ini dan juga berbasis di CRPG, mengatakan:

“Studi kami mengungkapkan bahwa 3 miliar tahun yang lalu sudah ada komponen xenon di atmosfer Bumi, yang berbeda dengan gas matahari dan asteroid. Salah satu kemungkinannya adalah bahwa xenon ini berasal dari komet yang jatuh ke Bumi. “

Dr. Avice menjelaskan bagaimana penemuan tersebut menunjukkan kemungkinan penelitian selanjutnya untuk mempelajari gas yang ditemukan terperangkap sejak jauh lampau di Bumi:

“Studi tentang gas yang terperangkap dalam batuan purba membuka perspektif baru dalam pemahaman kita tentang asal usul dan evolusi unsur-unsur yang bergejolak di Bumi, yang merupakan faktor kunci bagi kelestarian planet kita.” (visiontimes/intan/jul)

Share

Video Popular