Erabaru.net. Seorang aktivis ditangkap dan dua lainnya hilang di Tiongkok setelah melakukan penyelidikan terhadap sebuah perusahaan Tiongkok yang memproduksi sepatu bermerek Ivanka Trump; berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan China Labor Watch, sebuah kelompok advokasi dan aktivis buruh yang berbasis di New York, Rabu lalu.

Menurut Li Qiang, direktur eksekutif kelompok China Labor Watch, seorang aktivis buruh bernama Hua Haifeng ditangkap di Provinsi Jiangxi karena dicurigai menggunakan peralatan menguping secara ilegal.

Ketiga pria tersebut diketahui sedang menyelidiki pabrik yang memproduksi sepatu Ivanka Trump, putri Presiden Donald Trump, dan produk merek Barat lainnya, tulis Qiang dalam sebuah email.

“Kami akan memohon kepada Presiden Trump, Ivanka Trump, dan perusahaan merek dagang lainnya untuk mengadvokasi dan menekan Pemerintah Tiongkok agar segera membebaskan anggota aktivis kami,” tulisnya dalam emailnya kepada Reuters.
Qiang menambahkan, pihaknya telah berusaha melakukan panggilan telepon ke kepolisian Provinsi di Jiangxi dan kepolisian Kota Ganzhou, namun hingga kini masih belum ada tanggapan.

Laporan penangkapan dan dua aktivis lain yang dinyatakan hilang terjadi saat tekanan kuat terhadap aktivis buruh di Tiongkok, di tengah tindakan keras terhadap masyarakat sipil di bawah Presiden Xi Jinping.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak aktivis buruh yang melaporkan bahwa mereka sering  diintimidasi,  dilecehkan, ditahan sementara, atau pergerakan mereka dibatasi.

Qiang mengungkapkan, dalam kurun waktu 17 tahun, China Labor Watch telah banyak melakukan kegiatan aktivisme, termasuk penyelidikan terhadap ratusan pabrik di Tiongkok.

Namun aktivis mereka tak pernah ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan.
“Ini adalah pertama kalinya kami menemukan situasi seperti ini,” ujarnya. Kemudian dia menambahkan bahwa tuduhan terhadap Haifeng “tidak memiliki bukti faktual”.

Li mengatakan, Haifeng dan seorang aktivis ​​lainnya, Li Zhao, telah menyelidiki secara diam-diam sebuah pabrik sepatu di kota Dongguan, Provinsi Guangdong, yang merupakan anak perusahaan Huajian Grup. Haifeng juga telah menyelidiki sebuah sekolah kejuruan di Jiangxi yang berafiliasi dengan perusahaan induk pemilik pabrik sepatu, Huajian Grup.

Sementara aktivis ketiga bernama Su Heng, pernah menyamar sebagai pekerja di pabrik terkait di Kota Ganzhou di Jiangxi, namun dia tidak bisa dihubungi setelah 27 Mei. Kedua pabrik tersebut memproduksi sepatu bermerek Ivanka Trump.

“Dari hasil investigasi yang mereka lakukan, para aktivis telah menemukan bukti bahwa pemerintah telah melakukan pelanggaran atas hak-hak pekerja dan buruh”, ujar Qiang.
Seorang wanita bermarga Mu yang mengaku sebagai penanggung jawab atas perekrutan pegawai di perusahan Huajian mengatakan bahwa dia belum pernah mendengar tentang kasus tersebut.

“Kami telah diberitahu pihak berwenang beberapa minggu yang lalu bahwa Haifeng, Zhao dan Heng diduga melanggar hukum negara Tiongkok”, tutup Li Qiang.

Terkait dengan peristiwa ini, Ivanka Trump enggan memberi komentar. Selain dirinya,  pengacara Gedung Putih dan Ivanka Trump, Jamie Gorelick, juga tidak segera berkomentar terkait masalah ini. (reuters.com/intan)

 

Share

Video Popular