Erabaru.net. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi uji coba peluncuran roket rudal balistik baru yang berhasil dilakukan. Dia juga meminta pengembangan senjata strategis yang lebih kuat dan dahsyat dari senjata ini, seperti yang dilansir dari Kantor Berita Resmi Korea Utara KCNA, Selasa lalu.

“Rudal Hwasong-10 yang diluncurkan Senin lalu telah dilengkapi dengan fitur pra-peluncuran otomatis, sehingga senjata ini lebih canggih jika dibandingkan dengan versi sebelumnya yaitu roket rudal “Hwasong”, yang termasuk rudal jenis Scud,” kata KCNA. Itu mengindikasikan Korea Utara telah meluncurkan rudal kelas Scud yang dimodifikasi, seperti laporan militer Korea Selatan.

Peluncuran uji coba rudal balistik jarak dekat yang mendarat di wilayah perairan Jepang merupakan rangkaian uji coba rudal terbaru yang dilakukan pemerintahan Kim Jong Un. Korea Utara tampaknya memang tidak mempedulikan ancaman sanksi dan tekanan internasional akibat peluncuran rudal balistik tersebut.

“Setiap kali pemberitaan tentang uji coba rudal balistik, Korea Utara merasa senang karena kekhawatiran Amerika Serikat dan negara pengikutnya seperti Korsel dan Jepang semakin menjadi-jadi,” jelas KCNA.

Kim mengatakan negara tersebut akan mengembangkan senjata yang lebih kuat untuk melawan Amerika Serikat. Pengembangan senjata ini akan dilakukan  dalam beberapa tahapan untuk menghasilkan senjata yang bisa meluluhlantahkan negara adidaya itu.

“Dia menyatakan keyakinannya untuk menyiapkan “hadiah spesial” untuk Amerika Serikat, sebagai pembalasan atas tindakan provokasi militer yang dilakukan Amerika terhadap Korea Utara,” jelas KCNA yang mengutip dari pernyataan Kim.

Tampaknya, Korea Utara emosi atas latihan militer bersama yang dilakukan Korea Selatan dan Amerika Serikat Senin lalu. Bahkan, kedua negara tersebut juga melakukan uji coba bom supersonik Lancer B-1B. Pemerintah Korea Utara lantas menyimpulkan bahwa latihan militer tersebut sebagai upaya persiapan perang.

Pemerintah AS mengaku, mereka telah menguji coba rudal balistik antar benua (ICBM) sebagai respon atas pengembangan “hadiah spesial” yang dilakukan pemerintah Korut serta bentuk perlindungan diri.

AS juga berusaha mendekati Tiongkok untuk menekan negara sekutunya agar mau menghentikan uji coba rudal balistik dan nuklir.

“Korea Utara menunjukkan sikap tidak hormatnya kepada sekutu utamanya, Tiongkok, dengan terus meluncurkan rudal balistiknya,” kata Presiden AS Donald Trump dalam akun Twitternya.

Tidak hanya AS, Jepang juga melakukan hal serupa demi melindungi keamanan nasional dan kawasan dari ancaman rudal dan nuklir Korut. Terlebih, paska peluncuran rudal yang mendarat di wilayah perairannya membuat Jepang tak bisa tinggal diam.

Penasehat Keamanan Nasional Perdana Menteri Shinzo Abe, Shotaro Yachi melakukan pertemuan dengan diplomat Tiongkok Yang Jiechi, membahas tentang uji coba rudal nuklir Korea Utara terbaru.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Jepang dari pertemuan kedua negara tersebut, Jepang dan Tiongkok sepakat untuk memperkuat kerja sama untuk mendesak Korut agar mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB tentang penggunaan rudal balistik.

Selain pertemuan diplomatik, Jepang berencana untuk melakukan aksi bersama dengan AS.

“Kami akan bekerja sama dengan AS dan mengambil tindakan spesifik, serta akan melakukan kontak rutin dengan Korea Selatan dan negara-negara lain untuk menekan Korea Utara,” tegas Shinzo Abe. (reuters.com/intan)

Share

Video Popular