Erabaru.net. Otak kita memiliki lebih banyak koneksi saraf saat masih muda, sehingga  menyerap hampir semua hal yang terjadi di sekitar kita agar kita dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Seiring bertambahnya usia, pertumbuhan kita terkait  pada koneksi saraf yang paling banyak digunakan dan menyingkirkan semua hal yang paling sedikit kita gunakan. Ucapan yang dilontarkan orang tua saat kita masih kecil adalah sesuatu yang terintegrasi secara mendalam ke dalam jiwa dan dapat menjadi suara batin kita.

Cara mereka berbicara kepada kita menjadi suara batin yang akan mempengaruhi cara kita berbicara kepada diri kita sendiri.

Jika mereka sering marah saat berbicara dengan kita, jika mereka keras dan berteriak setiap kita melakukan sesuatu yang salah, itu akan dapat mempengaruhi  bagaimana kita akan menghadapi diri kita sendiri setiap kali kita melakukan kesalahan. Namun, mulai sekarang, Anda harus membiasakan diri seperti; mengatakan kita semua merupakan manusia, kita selalu membuat kesalahan jadi tidak apa-apa jika berbuat salah, yang penting adalah segera menyadari dan memperbaiki. Cara Anda mendekati kesalahan adalah bagaimana Anda belajar dan kemudian mengatasinya.

Bagaimana cara berbicara yang benar dengan anak kita?

Suara hati yang dapat menghina diri sendiri dapat menghambat kita untuk mencoba hal baru, dengan membuat kita merasa tidak berharga setiap kali kita melakukan kesalahan.

Sementara suara hati yang baik bisa menjadi pendukung, panduan, dan motivator terbesar dalam hidup kita.

Itulah mengapa penting untuk berbicara kepada anak Anda dengan kebaikan, cinta, dan kejujuran bahkan jika mereka melakukan kesalahan, atau melakukan sesuatu yang salah.

Anda akan mengembangkan suara di dalam kepala mereka, yang akan mendukung mereka dalam kehidupan kapan pun mereka membutuhkan dukungan, bahkan saat Anda tidak berada di sisi mereka.

Atau setidaknya Anda bisa mencoba untuk tidak mengucapkan ungkapan-ungkapan ini:

Kata-kata ini dapat merusak karakter anak yang sedang berkembang!

“Berhentilah menangis”

Biasanya, ketika anak melakukan suatu kesalahan dan dia tahu akan dihukum, mereka mulai menangis. Tapi meski tidak ada alasan bagi mereka untuk menangis, itulah emosinya.  Mereka memiliki hak untuk mengungkapkan perasaan mereka. Dengan mengatakan ini, Anda perlahan memprogram anak Anda untuk menekan emosinya.

Sebaliknya, Anda harus mengatakan: “Tidak apa menangis, jika itu dapat menunjukkan bagaimana perasaanmu. Tapi itu tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula dan bukan merupakan hal yang tepat jika kamu terus-menerus seperti ini. Mulailah hidup baru yang lebih baik.” Kemudian peluklah, dan jelaskan mengapa itu salah dan apa yang seharusnya mereka lakukan.

“Kamu tak berguna”

Ini mungkin hal terburuk yang bisa Anda katakan pada anak kecil. Apalagi saat Anda adalah orang yang mereka harapkan untuk mendukung mereka ketika mereka dalam kondisi jatuh atau gagal. Dengan mengatakan ini, Anda menempatkan anak Anda dalam perjalanan yang tak berkesudahan untuk selalu meminta persetujuan dari orang lain. Alih-alih membantu mereka menemukan harga diri mereka sendiri , Anda justru membiarkan mereka percaya bahwa mereka tidak memiliki apa-apa di dalam diri untuk ditemukan.

Ada begitu banyak hal yang dapat Anda katakan jika anak Anda mengalami kegagalan, seperti: “Ayah/ Ibu yakin, kamu dapat melakukan lebih baik!”, “Tidak ada yang sempurna.”, “Ini bukan hari keberuntunganmu, kamu dapat melakukan lebih baik lain kali.”

“Kamu sudah besar, jangan jadi penakut!”

Pertama, mengapa Anda berbohong kepada anak Anda? Anda mungkin pernah merasa lebih takut daripada anak Anda ketika melihat sesuatu. Kedua, Anda memaksa mereka untuk menolak apa yang sebenarnya mereka rasakan. Ketakutan bukan hal yang buruk, itu mengingatkan kita kapan harus berhati-hati. Anda seharusnya tidak menyuruhnya lari namun berusaha membantu menghadapinya, menyadarkannya, dan belajar dari situ. Keberanian sejati bukan berarti menjadi tidak kenal takut, tapi ajarkan untuk menghadapi ketakutan bahkan jika Anda sendiri juga takut.

Anda bisa memberitahu anak Anda jika mereka merasa ketakutan : “Tidak apa-apa jika kamu takut, Nak. Kita semua pernah takut akan sesuatu hal. Tapi ayah/ibu tahu ada keberanian di dalam dirimu yang akan membantumu melawan ketakutanmu. Kamu adalah pahlawan kecilku! ”

“ Ayah/Ibu kecewa padamu!”

Orangtua biasanya mengatakan hal ini kepada anak-anak mereka saat mereka melakukan sesuatu yang buruk atau kesalahan besar. Mencoba membuat mereka bertanggung jawab,  kekecewaan Anda tampak cukup egois. Anda bisa kecewa dengan teman, Anda bisa kecewa dengan film atau bahkan politik negara Anda, tapi Anda tidak bisa kecewa pada anak Anda, walaupun memang anak Anda telah mengecewakan Anda. Anda berada di sana untuk membimbing mereka berada di jalan yang benar. Jadi ketika mereka melakukan sesuatu yang salah, tuntun mereka kembali ke jalan yang benar. Kekecewaan Anda ada dalam bimbingan Anda, bukan pada anak Anda. Ajari anak Anda bahwa apa yang mereka lakukan itu salah dan alasannya apa, dan kemudian bagaimana memperbaikinya.

Jika Anda menghadapi kondisi seperti ini, Anda sebaiknya berkata: “Apa yang kamu lakukan itu salah, menurut Ayah / Ibu. Saya tahu kamu bisa berbuat lebih baik lagi kedepannya! ”

“Kamu harus lakukan seperti yang Ayah/Ibu katakan”

Dengan mengatakan ini pada anak-anak Anda, Anda menunjukkan citra diri mereka yang sangat terbatas. Anda menyiratkan bahwa ada sesuatu yang tidak  Anda inginkan pada diri mereka, dan agar mereka melakukan apa yang Anda harapkan. Meskipun Anda tidak mengatakan bahwa mereka salah atau mempunyai kekurangan, Anda memprogram pola pikir mereka seperti itu. Mereka cukup untuk menjadi diri mereka sendiri. Mereka selalu begitu. Pohon sudah cukup untuk menjadi sebatang pohon meski hanya berbuah sebiji. Dan semua pohon tumbuh sempurna dengan caranya sendiri.

Anda sebaiknya mengatakan : “Kamu cukup untuk menjadi atau melakukan apa yang kamu suka. Tapi terkadang kita semua perlu melatih atau mempraktikkan sesuatu yang lain, agar kamu bisa tumbuh lebih baik lagi. “( sparkofgoodness.com/Intan)

Share

Video Popular