Erabaru.net. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah memerintahkan sebuah penyelidikan terhadap keberadaan 4 tambahan peluncur rudal THAAD dari AS di Korsel. Perintah ini disampaikan setelah Kementrian Pertahanan Korsel tidak memberitahu Jae-in tentang pengiriman rudal THAAD tersebut.

Pada bulan Maret, dua peluncur rudal THAAD di Korea Selatan telah ditempatkan di wilayah tenggara Seongju untuk melawan ancaman rudal Korea Utara yang terus meningkat akhir-akhir ini.

Dalam konferesi pers yang digelar Rabu (31/05), juru bicara kepresidenan Yoon Young-chan mengatakan, Presiden Moon sempat terkejut saat mendengar empat peluncur rudal tambahan dipasang tanpa konfirmasi terlebih dahulu ke pemerintah baru dan juga publik.

Selama kampanye pemilihan presiden 9 Mei lalu, Jae-in meminta tinjauan parlemen atas pengadaan sistem THAAD di Korea Selatan. Menurutnya, keberadaan peluncur rudal milik AS tersebut membuat negara tetangganya, terutama Tiongkok dan Korea Utara marah besar. Jae-in cenderung menggunakan pendekatan yang lebih moderat terhadap Pyongyang, menyerukan agar negara tertutup tersebut tidak melakukan uji coba senjata nuklir dan program rudal balistik yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Sementara itu, Badan Pertahanan AS mengatakan bahwa pihaknya “sangat transparan” dengan pemerintah Korea Selatan mengenai penerapan THAAD.

“Kami selalu menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah Republik Korea Selatan dan sangat transparan dalam melaporkan semua tindakan kami selama proses ini,” ujar juru bicara Pentagon Jeff Davis dalam sebuah konferensi pers.

Ketegangan Korsel – Tiongkok mulai mereda

Perintah Presiden Jae-in terhadap keberadaan peluncur THAAD harus segera dilakukan, mengingat ketegangan yang sempat memanas antara Korsel dengan Tiongkok mulai mereda.

Menurut penuturan analis militer, Tiongkok marah atas kebijakan penempatan peluncur THAAD di Korsel, karena khawatir militer AS dapat melihat sistem rudalnya. Tiongkok juga khawatir, negara sekutu AS lain seperti Jepang kemungkinan juga akan menerapkan hal serupa yang dilakukan Korsel. Itu dapat memperburuk stabilitas keamanan kawasan Asia Timur, bahkan Asia Pasifik.

Akibat isu THAAD ini, Pemerintah Beijing telah melakukan boikot terhadap produk-produk Perusahaan Korea Selatan, dan melarang warganya untuk mengunjungi Korea Selatan.
Kini tampaknya hubungan Tiongkok dan Korsel mulai sedikit membaik. Pada hari Selasa kemarin, maskapai penerbangan Korea Selatan Jeju Air mengatakan bahwa Tiongkok telah menyetujui sebuah rencana penambahan jam penerbangan untuk rute Jeju – Weihai dan sebaliknya, mulai tanggal 2 Juni mendatang.

Selain itu, produksi drama gabungan Korea – Tiongkok berjudul “My Goddess, My Mom” ​​yang dibintangi aktris Korea Selatan Lee Da-hae dikabarkan akan segera tayang, menurut perwakilan agen JS Pictures berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari Tiongkok. Sebelumnya, siaran drama tersebut terpaksa ditunda tanpa batas waktu yang jelas.
Bahkan, seorang pegawai dari salah satu agen perjalanan Korea Selatan Mode Tour mengatakan bahwa beberapa agen perjalanan Tiongkok telah menanyakan paket wisata untuk perjalanan di bulan Juni. Terlebih, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Tiongkok terkait pencabutan larangan tersebut. Ia berharap Tiongkok dapat mencabut larangan penjualan tiket ke Korea Selatan yang telah diberlakukan sejak 15 Maret.

Namun meskipun demikian, Perusahaan Lotte dari Korea Selatan belum berencana membuka kembali 74 toko cabangnya di Tiongkok setelah ditutup sejak bulan Maret lalu.

Latihan militer bersama Korsel-AS

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya telah melakukan latihan militer bersama dengan AS untuk uji coba penggunaan bom supersonic Lancer B-1B AS pada hari Senin lalu, dimana media pemerintah Korea Utara sebelumnya menggambarkan latihan militer tersebut sebagai “uji coba bom nuklir”.

Latihan militer bersama ini dilakukan sebagai upaya perlindungan dari ancaman rudal balistik dan nuklir Korea Utara yang akhir-akhir ini sering diluncurkan. (reuters.com/intan)

Share

Video Popular