Erabaru.net. Semasa hamilnya, suami Liu Xiaoli (samaran) dipromosikan kenaikan jabatan dan gaji, hampir setiap hari kalau bukan rapat pasti lembur.

“Ini adalah bentuk penghargaan dari pimpinan, kata suaminya.

Suami isteri ini ingin memberikan lingkungan yang lebih baik untuk anak mereka yang akan segera lahir, jadi ia tetap bertahan meski lelah.

Sementara itu, kondisi kesehatan ibu sendiri tidak begitu baik, jadi yang selalu mengurus Liu Xiaoli hanya ibu mertua atau lebih tepatnya mengawasi daripada mengurus Liu Xiaoli.

Ibu mertua selalu mengawasi Liu Xiaoli sepanjang hari, tidak boleh makan ini itulah dan sebagainya. Frekuensi bantu memasak juga bisa dihitung dengan jari. Jadi, Liu Xiaoli harus memasak sendiri makanan yang disukainya, bahkan menjelang kelahiran anaknya juga harus memasak sendiri sambil membawa perut besarnya.

Dan parahnya, saat meminta ibu mertua mengantarnya ke rumah sakit untuk periksa kehamilan, bukan saja tidak mau mengantar justeru melarangnya ke rumah sakit.

“Bisanya hanya menghabiskan uang, di zamannya dulu, ia tidak pernah periksa kehamilan,” gerutunya.

Karena tidak ingin suaminya khawatir dengan semua itu, Liu Xiaoli mencoba bersabar dan tidak mau berkeluh kesah,  ia ikuti saja kemauan ibu mertua selagi bisa, atau menggerutu sendiri dengan diam-diam.

Jelang masa hamil memasuki usia 7 bulan, dimana karena sikap kasar ibu mertuanya sehingga membuat Liu Xiaoli nyaris memutuskan bercerai dengan suaminya. Namun, ia tak tega dengan permohonan suaminya yang memelas, dan hatinya pun luluh!

Namun, proses persalinan Liu Xiaoli tidak berjalan lancar, akhirnya, ia melahirkan seorang anak perempuan  melalui operasi Caesar. Anaknya kurus kering, Liu Xiaoli dan suaminya tampak sangat menyayanginya, tapi tidak demikian dengan ibu mertuanya, ia pulang ke rumah menjelang masa nifas Liu Xiaoli, menantunya. Ia beralasan tidak ada yang mengurus kawanan ayam dan bebek yang diternak di rumah. Bahkan menjelang kepergiannya, ia ingatkan suami Liu Xiaoli, agar menyuruh ibu Liu Xiaoli untuk mengurus masa nifas anaknya, jangan menyuruh perawat.

Setelah mertuanya pulang, sang suami segera menyuruh perawat mengabaikan pesan ibunya, sehingga Liu Xiaoli merasa jauh lebih rileks.

Liu Xiaoli sangat bahagia melihat putrinya semakin tumbuh besar dan menggemaskan. Liu Xiaoli kembali bekerja seperti biasa saat putrinya berusia 3 tahun. Liu Xiaoli merasakan sangat bahagia, karena karir dan keluarga kecilnya semakin stabil dan berjalan lancar dari hari ke hari.

Beberapa bulan yang lalu Liu Xiaoli mendapat tugas ke luar daerah dari perusahaan, menyusul suaminya yang juga ditugaskan ke luar daerah, sehingga tidak ada yang mengurus anaknya. Suami Liu Xiaoli mengusulkan membawa putri mereka ke rumah ibu mertua, memintanya untuk bantu menjaga cucunya, dan sudah pasti usul ini ditolak Liu Xiaoli.

Tetapi setelah direnungkan memang tidak ada jalan lain yang lebih baik, apalagi putri mereka itu adalah cucunya juga, jadi tidak apa-apa, dan akhirnya dengan terpaksa Liu Xiaoli pun setuju.

Beberapa bulan kemudian, Liu Xiaoli lebih dulu menyelesaikan tugasnya daripada suaminya di luar daerah, kemudian ia langsung menuju ke rumah lama si suami yang sekarang ditempati ibu mertuanya untuk menjemput putrinya.

Melihat putrinya, Liu Xiaoli terperanjat. Ia melihat badan putrinya yang kurus itu sangat kontras dengan perutnya yang membuncit. Liu Xiaoli tampak marah sekaligus cemas, dengan tangan gemetar meraba perut putrinya. Tak lama kemudian ia pun bertengkar hebat dengan ibu mertuanya di siang hari bolong, perasaannya yang tertekan selama bertahun-tahun itupun seketika dilampiaskan olehnya. Tapi ibu mertuanya juga tampak tidak mau mengalah sedikitpun, keduanya bertengkar hebat cukup lama.

Liu Xiaoli akhirnya menggendong putrinya dan langsung pergi, sementara ibu mertuanya masih berteriak dengan lantang di belakang.

Liu Xiaoli, meskipun marah, tapi setelah agak tenang, ia merasa apa yang dikatakan ibu mertuanya itu ada benarnya. Ia melihat lebih seksama lagi perut putrinya, kalau bukan hamil pasti tidak normal, akhirnya sekembalinya di rumahnya, Liu Xiaoli membawa putrinya ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, bahwa gejala putri Liu Xiaoli itu disebut fetus in fetu (kembar parasit) yang sangat jarang, mungkin disebabkan oleh paparan zat berbahaya tertentu semasa hamil, dan pasti bisa lebih awal diketahui jika pemeriksaan masa kehamilan dilakukan secara teratur, sehingga dapat mencegah gejala buruk yang tak diharapkan, sekarang terpaksa coba diatasi dengan operasi.

Liu Xiaoli segera mengurus prosedur rawat inap di rumah sakit. Liu Xiaoli tampak sangat menyesal dengan perasaan campur aduk, dan ia menampar dirinya sendiri beberapa kali, karena ibu mertuanya yang tega ketika itu, sehingga ia tidak sempat memeriksakan dirinya, dan karena tidak memeriksa kandungannya itulah sehingga menyebabkan putrinya seperti itu.

Saran dokter pemeriksaan semasa hamil bisa segera mengetahui kondisi buruk si janin, hal ini membantu calon ayah-ibu mengambil tindakan yang sesuai, untuk meminimalkan ketidak-sempurnaan jabang bayi, jadi demi kesehatan buah hati anda, pastikan jangan sampai mengabaikan cek kehamilan. (jhoni/rp)

Sumber: Beauties

 

Share

Video Popular