Erabaru.net. Korut kembali menembakkan rudalnya beberapa waktu lalu, Presiden AS Donald Trump mengecam Korut tidak menghormati Tiongkok, tetangganya. Disamping itu, Trump juga memuji Beijng dalam upaya menangani Korea Utara. Namun, menurut “The LA. Times”, Trump terlalu optimis, dan tidak banyak bukti untuk mendukung pernyataannya terkait upaya Beijing.

Pertama, hubungan PKT dengan Korea Utara secara permukaan tidak berubah selama bertahun-tahun. PKT adalah satu-satunya sekutu dan mitra perdagangan utama Korea Utara, dan selama beberapa dekade mempertahankan rezim Kim. PKT tidak ingin melihat Korea Utara yang bersatu dan ramah kepada Amerika Serikat itu berdiri di gerbangnya.

Pemerintahan Trump menggantungkan harapan pada Xi Jinping untuk menghalangi Korea Utara mengembangkan senjata nuklir. Dalam pertemuannya dengan Xi Jinping pada awal April lalu, Trump mengatakan : “Kami tidak tahu apakah mereka bisa melakukan itu, tapi saya benar-benar yakin dia (Xi Jinping-red) akan berusaha semaksimalnya.”

Beberapa tanda-tanda memang positif. Februari lalu, Beijing mengumumkan akan menghentikan impor batu bara dari Korea Utara pada tahun 2017. Ahli Tiongkok mengatakan, jika Pyongyang kembali melakukan uji coba nuklir, Beijing mungkin akan menangguhkan ekspor minyak mentah ke Korea Utara.

Namun, kemajuannya masih samar-samar dan membingungkan. Pengunjung yang ke perbatasan Tiongkok-Korea Utara melihat truk batubara masih hilir mudik di perbatasan, ini menunjukkan bahwa larangan tersebut tidak sepenuhnya dilaksanakan. Nilai tukar mata uang Korea Utara juga tetap stabil, yang menunjukkan bahwa ekonominya belum resesi. Data resmi Tiongkok menunjukkan perdagangan Tiongkok-Korut tumbuh 40% pada kuartal pertama tahun 2017.

Pemerintah Trump tampaknya berbeda pendapat terkait cara menghadapi krisis Korea Utara. Trump sebelumnnya  mengisyaratkan penggunaan militer terhadap Korea Utara, namun kemudian mengatakan ia bersedia untuk bertemu dengan Kim Jong-un dalam kondisi yang tepat. Sementara itu, Menteri Pertahanan James Mattis, Minggu (25/5/2017) lalu mengatakan bahwa konflik bersenjata dengan Korea Utara akan menimbulkan “bencana yang mengerikan.”

“Setiap saat kita berbicara dengan para pejabat Tiongkok, mereka selalu mengatakan “Emh, kita tidak memiliki pengaruh yang kuat seperti yang dipikirkan orang-orang. Padahal, mereka memiliki pengaruh yang sangat besar,” pungkas senator Cory Gardner kepada The LA Times.

Dia berharap pemerintah Trump menunjukkan daftar yang mencantumkan wara negara Tiongkok yang melanggar sanksi PBB. Banyak pengusaha Tiongkok yang masih berhubungan bisnis dengan Korea Utara, khususnya di sektor perbankan, pungkas Gardner. (Jhon/asr)

Share

Video Popular