- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Sudah Ada Sejak 12.000 Tahun Silam, Rumah-rumah di Kampung Ini Dibangun di Dalam Gua

Erabaru.net – Meymand (Dieja Maymand dan Meimand) adalah sebuah desa dengan penduduk troglodytes yakni orang-orang yang tinggal di dalam gua. Desa ini terletak di Provinsi Kerman, Iran selatan.

Desa Meymand (Maymand, Maimand) telah dihuni sejak 2.000 – 3.000 tahun silam menjadikannya salah satu dari empat desa tertua di Iran.

Beberapa sejarawan mengklaim bahwa desa Meymand/Maymand telah didiami selama 12.000 tahun, yaitu, karena “zaman batu pertengahan”, menjadikannya sebuah desa dari zaman mesolitik.

Kabarnya, ada ukiran batu berusia 10.000 tahun dan tembikar berusia 6.000 tahun telah ditemukan di lokasi tersebut.

[1]
(Sumber : kerman-info.ir)

Desa ini merupakan situs warisan budaya dunia UNESCO dan dianugerahi penghargaan Melina Mercouri tahun 2005.

Melansir dari kerman-info.ir, Desa Meymand terletak sekitar 35 kilometer timur laut kota Babak – Shahr-e Babak, sebuah kota Kermani berada di jalan yang membentang antara Teheran di utara dan pelabuhan Bandar Abbas di selatan. Baca Selengkapnya ..

 

[2]
(Sumber : kerman-info.ir)

Shahr-e Babak berarti kota Babak dan Shahr-e Babak diketahui sebagai tempat kelahiran pendiri kekaisaran Persia Sassania Tahun 200 Sebelum Masehi.

Jalan dari Shahr-e Babak naik ke pegunungan sekitarnya sampai mencapai Meymand dengan ketinggian 2240 meter.

Pada situs lainnya di Gua Eshkaft banyak ditemukan petroglyph atau gambar yang ditemukan pada batuan berasal dari zaman pra sejarah.

Gua ini berada delapan kilometer sebelah utara Meymand/Maymand.

[3]Memiliki gua tak terlalu dalam dengan pintu masuk yang besar. Gua ini ditempuh dengan melewati di jalan tanah yang menuju ke barat lautĀ  dan melewati wilayah Lakheiss di dataran tinggi Lakhorin. Jalan itu berujung di kaki gunung Tekhorin yang lerengnya terletak di sebelah kanan Eshkaft.

Meymand adalah salah satu distrik Shahr-e-Babak, dan merupakan salah satu desa menakjubkan di Iran.

Di sini ada banyak ruangan bawah tanah, dengan 15 ruangan berbatu tanpa atap.

Permukiman ini juga ada tempat pemakaman kuno, karena sejumlah kerangka tulangĀ  dan lainnya telah ditemukan di sini.

[4]
(Sumber : kerman-info.ir)

Masjid berbatu Meymand merupakan salah satu situs menarik lainnya di desa ini.

Rumah-rumah kuno di pemukiman pedesaan ini menyerupai menara yang dibangun di jantung pegunungan berbatu keras ini.

Rumah ini dibangun dengan ruangan, koridor dan pilar dengan menampilkan arsitektur yang menarik.

[5]
Batu seni Meymand dapat ditemukan di sekitar Maymand. Tiga kilometer timur laut Meymand, di samping jalan kerikil yang membentang menuju lembah Tela, terletak sebuah bukit bernama Mar Khazineh (Mar dalam bahasa lokal berarti bukit).

Di tempat ini ditemukan osuarium, yaitu peti/tempat untuk menyimpan tulang dan kerangka jenasah yang terbuat dari tanah gamping dihiasi seni batu cadas.

Penduduk setempat mengatakan bahwa osuarium ini berasal dari zaman Zoroaster-Sassanian.

Pada zaman dahulu kala, orang yang menempati gua-gua ini tak menggunakan palu atau pahat, tetapi sejenis batu runcing keras untuk mengukir batu. Di sini dengan mudah ditemukan sejumlah ukiran batu-batu zaman purbakala.

[6]
Disebutkan, Desa Maymand pada mulanya mengikuti agama mistis kuno Zoroastrianisme di bawah kekaisaran Persia.

Sehingga pada sejumlah gua-gua ini ditemukan salah satunya berfungsi sebagai tempat peribadatan zoroaster. Hingga pada akhirnya pada Abad ke-7 agama Islam berkembang di desa ini.

Dikarenakan berada pada lereng lembah, tempat tinggal ini dibangun dalam mode bertingkat. Gua ini memiliki ketinggian 2 meter dengan luas 16 sampai 20 meter persegi. Gua-gua ini tidak memiliki jendela atau cerobong asap.

Di tengah setiap ruang terdapat kompor yang digunakan untuk keperluan memasak sekaligus penghangat ruangan saat musim dingin.

Di desa ini terdapat 400 gua namun yang masih bertahan hanya 90 gua. (asr)