Erabaru.net. Terdapat sebuah cerita berjudul “Lord Zhao Learns How to Ride a Horse-Drawn Carriage” dalam buku Han Feizi, yang mencerminkan pemikiran Tiongkok kuno.

Selama Periode Perang, Tuan Zhao Xiang belajar bagaimana membalap kereta kuda dari Wang Liang. Dia kemudian berkompetisi dengan Wang. Meski dia mengganti kudanya tiga kali, dia kalah dalam ketiga balapan tersebut. Merasa kebingungan, dia bertanya mengapa bisa kalah.

Wang mengatakan kepada Zhao, “Saya telah mengajari Anda semua keterampilan mengendarai kereta kuda, tapi Anda tidak menggunakannya dengan benar. Saat mengemudikan kereta, kuda harus fokus pada kereta, dan orang tersebut harus fokus pada kuda. Jika Anda bisa melakukan ini, Anda bisa mengendarai dengan cepat dan jauh.

“Ketika Anda berada di belakang, Anda berpikir untuk mengejar saya, ketika Anda berada di depan, Anda khawatir saya akan menyalip Anda. Dalam balap kereta, seseorang bisa ada di depan atau di belakang. Namun, Anda selalu khawatir dengan lawan Anda. Bagaimana Anda bisa memiliki ruangan di pikiran yang tersisa untuk mengelola dan mengendalikan kuda Anda? Inilah sebabnya mengapa Anda kalah. ”

Negara Bagian Qi selama Periode Perang. (Gambar: Philg88 via wikimedia CC BY-SA 3.0)

Pemikiran Tiongkok kuno ini menceritakan bahwa tidak peduli apa yang orang lakukan, mereka perlu memfokuskan diri dalam keseluruhan proses. Baru setelah itu mereka bisa berhasil mencapai tujuan. (jul/rp)

Share

Video Popular