Erabaru.net. Tiongkok telah menahan selama lebih dari dua bulan seorang aktivis HAM asal Taiwan, Lee Ming-che.  Jurubicara Pemerintah Tiongkok untuk Kantor Urusan Taiwan menyatakan, Jumat, (26/5/2017) lalu , Lee telah berkolusi dengan orang-orang “daratan” mendirikan organisasi ilegal, merencanakan dan melakukan kegiatan untuk menumbangkan kekuasaan negara.

Lee, yang bekerja di sebuah perguruan tinggi di Taipei, dianggap telah lama mendukung organisasi masyarakat sipil dan aktivis di Tiongkok. Namun, pihak Taiwan tidak percaya dengan tuduhan itu. Politisi Taiwan memprotes, meminta PKT sesegera mungkin mempublikasikan bukti yang relevan, dan mengizinkan keluarga Lee untuk menjenguknya, serta menjamin perlindungan hukum terhadap hak-hak Le Ming-che.

“Pihak berwenang Tiongkok tidak mengungkapkan bukti yang terkait dengan kasus ini sama sekali,” kata Dewan Urusan Daratan Taiwan dalam sebuah pernyataannya Jumat malam, menanggapi laporan tersebut.

Pemerintah Taiwan menyebut, tanggapan yang samar dan dangkal dari Pemerintah Tiongkok tidak akan bisa meyakinkan rakyat Taiwan dan juga tidak bisa meyakinkan masyarakat internasional dalam kasus ini.

Penahanan yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap aktivis politik Taiwan yang dituduh membahayakan keamanan nasional telah menyebabkan keretakan baru dalam hubungan yang sudah tegang antara Taipei dan Beijing. Kasus ini mengancam hubungan antar pemerintah yang selama ini sudah tertatih-tatih karena sengketa kedaulatan 70 tahun dan penghentian dialog formal dalam setahun ini. Demikian seperti dikatakan oleh para pejabat dan cendekiawan Taiwan.

Asosiasi Hak Asasi Manusia di Taiwan mengungkapkan, Lee telah bertahun-tahun mendiskusikan pengalaman demokratis Taiwan dengan teman-temannya di Tiongkok secara online. Ia juga sering mengirimkan buku kepada mereka.

Sangat mengkhawatirkan bila berbagi pandangan dan pengalaman demokrasi Taiwan dianggap sebagai subversi oleh pemerintah Tiongkok, kata aktivis Amnesty International, Patrick Poon kepada AFP.

Lee telah mengunjungi Tiongkok setiap tahun dalam dekade terakhir, kadang-kadang untuk membantu para pengacara Tiongkok dalam kasus-kasus hak asasi manusia, menurut seorang temannya, aktivis HAM di Taipei. Polisi di Tiongkok telah “Membidik” 248 pengacara dan aktivis HAM di Tiongkok dalam penumpasan sejak Juli 2015. Demikian menurut kelompok advokasi yang berbasis di London Amnesty International.(Jhh/Yant)

Sumber: Secretchina

Share

Video Popular