Erabaru.net. Banyak tanaman memiliki “kekuatan supernormal” yang tidak diketahui manusia. Prof. Jack C. Schultz dari jurusan ilmu botanik Amerika Serikat beranggapan bahwa tanaman adalah “hewan yang gerak- geriknya sangat lamban”, yang dapat bersaing untuk berebut wilayah, mencari makanan, menghindari predator, dan membiarkan mangsanya jatuh ke dalam perangkapnya. Tanaman bahkan mempunyai kekuatan supernormal, juga dapat mengetahui siapa yang sedang berbohong. Tanaman dapat membedakan suara serangga yang sedang menggigit daunnya.

British Broadcasting Corporation (BBC) beberapa waktu lalu di artikel jurnal (Tanaman Mempunyai “Kemampuan Super Normal” yang Tidak Anda Ketahui) menggambarkan hasil penelitian jangka panjang dari para ahli tanaman yakni, tanaman mempunyai indera penglihatan, indera penciuman, indera sentuhan, dan indera pendengaran, serta memiliki kemampuan untuk merasakan.

Prof. Jack Schultz dari jurusan ilmu botanik University of Missouri Columbia, AS menghabiskan waktu 40 tahun untuk mempelajari interaksi antara tanaman dan serangga. Ia mengatakan gerakan dari tanaman mempunyai tujuan, yang berarti bahwa mereka pasti menyadari apa yang sedang terjadi di sekitarnya, “Untuk membuat respon yang tepat, tanaman berdasarkan kriteria yang berbeda juga membutuhkan organ sensor yang kompleks.”

Artikel itu menambahkan lebih lanjut, rekan Schultz yakni: Heidi Appel, dan Rex Cocroft dari University of Missouri, sedang meneliti kemampuan pendengaran dari tanaman.

Appel menyatakan, musik simfoni Beethoven hanya memiliki sedikit efek pada tanaman, tetapi seekor ulat bulu yang lapar yang sedang mendekati tanaman adalah masalah besar bagi tanaman.

Dalam percobaan mereka, Appel dan Rex Cocroft menemukan bahwa suara mengunyah yang dihasilkan oleh ulat akan menyebabkan tanaman mengeluarkan sejumlah besar zat kimia pertahanan pada daun tanaman guna mengusir serangga. “Penelitian kami menunjukkan bahwa ‘suara’ dari tanaman yang berkaitan dengan ekologi membuat reaksi yang berkaitan pula dengan ekologi,” kata Rex Cocroft. Dan terhadap suara alam (misalnya, angin), tidak ada respon yang berarti dari tanaman.

Tanaman tidak memiliki telinga, mengapa bisa membedakan suara? Appel dan Rex Cocroft berpendapat bahwa perubahan kecil dalam gelombang suara yang dihasilkan ketika menyapu pada objek tanaman akan diubah menjadi sinyal kimia atau berubah menjadi sinyal listrik atau sinyal kimiawi.

Tanaman dapat mencium ‘makanan’

Artikel itu juga melaporkan, hasil penelitian bersama Consuelo De Morales dan partnernya dari Swiss, Federal Institute of Technology Zürich menunjukkan bahwa tanaman selain dapat mendengar suara serangga di dekatnya, juga dapat mencium sinyal peringatan yang dilepaskan ketika tanaman tetangganya bereaksi.

Dia pernah memeragakan sejenis tanaman parasit yang disebut doddervine bagaimana dapat mengendus tempat sembunyi tanaman induknya. Pada saat itu, Doddervine yang berkelok-kelok dan menekuk tubuhnya di udara, lalu hinggap melingkar pada tanaman induk yang sedang sial itu untuk diekstraksi nutrisinya.

Dia menyatakan, tanaman-tanaman itu tidak ada perbedaan signifikan dengan manusia. Mereka mencium bau atau mendengar sesuatu, kemudian mengambil tindakan yang tepat, mirip manusia.

Tanaman mempunyai kemampuan supernormal

Cleve Backster (1924-2013) merupakan spesialis instrumen lie detector dari Amerika Serikat yang bekerja utk CIA. Pada 1966, ia tanpa sengaja melalui perangkat pendeteksi kebohongan telah merekam aktivitas emosional tingkat tinggi dari tanaman yang mirip dengan manusia, lalu setelah itu telah melakukan serangkaian penelitian yang cukup menggemparkan dunia.

Pada suatu kesempatan, Backster hendak melihat apa reaksi dari tanaman terhadap ancaman. Ia meletakkan daun dari sebatang pohon yang direndam di dalam kopi panas, tidak bereaksi, lalu ia berpikir: coba saya bakar daun yang sedang tersambung ke lie detector. Baru berpikir seperti itu dan belum sempat mencari korek api, tiba-tiba muncul kurva meninggi, begitu dia kembali membawa korek api, terlihat kurva meningkat sampai puncak.

Mungkin tanaman melihat bahwa dia sudah bertekad akan turun tangan membakar, sehingga sangat ketakutan.

Tetapi ketika dia mulai ragu, respon lie detector itu tidak begitu kuat lagi. Ketika ia berpura-pura hendak melakukan gerakan-gerakan untuk membakar daun, tanaman itu tidak merespon, tanaman tersebut ternyata dapat membedakan niat yang tulus atau tidak.

Percobaan Backster yang lain juga membuktikan tanaman mempunyai semacam kekuatan super normal: Di dalam ruangan, terdapat seorang manusia dan seekor laba-laba. Ketika manusia itu ingin membatasi gerak laba-laba, si laba-laba menghindar ke sana kemari. Setiap kali si laba-laba terhambat dan ingin meloloskan diri, tanaman dapat menerima pemikiran si laba-laba.

Tanaman dapat berperan sebagai ahli pendeteksi kebohongan

Tes kebohongan biasanya dihubungkan ke tersangka, tetapi Backster kali ini menempatkan perangkat tersebut ke tanaman, akhirnya ia menemukan bahwa tanaman dapat membedakan apakah seseorang berbohong atau tidak. Dia bertanya tahun kelahiran seseorang, dan menyebutkan tujuh macam tahun, salah satu di antaranya adalah jawaban yang benar. Tapi orang tersebut membantah semua jawaban, alhasil ketika tahun yang benar dibantah, pada kertas rekaman muncul kurva puncak.

Dr. Aristide Esser direktur departemen riset medis dari Rockland State Hospital New York pernah mengulangi percobaan seperti ini: Ia membiarkan seorang pria memberikan jawaban yang salah terhadap beberapa masalah, akhirnya tanaman yang sejak dari tunas dibesarkan olehnya sedikitpun tidak membelanya. Ia memberikan jawaban yang salah tertera dalam kertas catatan.

Seorang warganet di blog nya sempat berguman: “Kaum Buddhis percaya bahwa: Semua makhluk itu berjiwa. Hal ini sebelumnya dianggap sebagai takhayul, sekarang ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa tanaman mempunyai persepsi.”

Pepatah kuno sering mengatakan: jika menginginkan orang lain tidak mengetahuinya, maka jangan melakukan. Atau ada juga peribahasa: “Satu meter di atas kepala, eksis keilahian”, yang bermakna bahwa manusia melakukan dan keilahian menyaksikan (Tuhan Maha Tahu). Terlepas dari apakah manusia mempercayai eksistensi keilahian atau tidak, nyatanya tanaman yang berdiam di suatu sudut ruangan dapat “menyaksikan”. (Epochtimes/Hui/Yant)

Share

Video Popular