Erabaru.net. Tiongkok dan negara-negara Uni Eropa akan bersatu untuk mengatasi pemanasan global pada sebuah pertemuan di Brussel, Belgia, hari Jumat kemarin, satu hari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan  menarik mundur dari upaya internasional untuk menanggulangi masalah iklim ini.

Pertemuan antara Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang dan para pejabat tinggi Uni Eropa berakhir dengan pernyataan bersama, yang didukung oleh semua 28 negara Uni Eropa, untuk menerapkan secara penuh hasil dari Persetujuan Iklim Paris.

Persetujuan pertama adalah Tiongkok dan Uni Eropa akan berkomitmen untuk mengurangi bahan bakar yang berasal dari fosil, dan mengembangkan lebih banyak penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Pertemuan ini juga membicarakan tentang uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara.

Komisi Eropa mengatakan bahwa mundurnya Amerika Serikat dari upaya penanganan pemanasan global ini, yang mana telah ditanda tangani oleh lebih dari 190 negara, sebagai hari yang menyedihkan untuk komunitas global, namun dikatakan, bahwa mereka akan mengajak negara baru.

Perdana Menteri Li mengatakan bahwa Tiongkok akan mendukung sepenuhnya upaya untuk mengatasi pemanasdan global ini, setelah negara itu menyusul Amerika dan menjadi negara yang menghasilkan gas emisi terbanyak di dunia sejak tahun 2007

Sementara Tiongkok membutuhkan Uni Eropa untuk mengetahui bagaimana mengatasi pemanasan global secara teknis, Uni Eropa sedang menunggu Tiongkok untuk mengambil tindakan, untuk mengatasi emisi gas buang yang berasal dari negara tersebut, yang mana adalah yang terbesar jumlahnya di seluruh dunia. (reuters.com/jul)

Share

Video Popular