Erabaru.net. Pada zaman tiga kerajaan (220-265), lengan kanan Guan Gong luka tertancap panah beracun di Kota Fan. Dokter bedah yang paling terkenal waktu itu –tabib sakti Huato, dengan menggunakan pisau tajam memotong kulitnya, mengikis tulang mengobati racunnya.

Guan Gong waktu itu, bahkan bisa minum arak sambil bermain catur, bicara dengan gembira, membuat para perwira dan prajurit yang ada di sana tidak ada yang tidak mengaguminya. Sebenarnya, sebelum Huato melakukan pembedahan, Huato telah menaburkan semacam obat mati rasa di tempat luka Guan Gong, yang bernama: Ma Fei Shan.

Sebelum Huato, ketika orang zaman dahulu terluka dan perlu dibedah, konon, harus mengikat tangan dan kaki sang pasien dulu, atau dipukul dengan kayu, mengeluarkan darah dan cara-cara lain agar sang pasien pingsan, kemudian baru diadakan pembedahan.

Huato pada waktu itu dengan seribu satu daya berusaha menemukan ramuan obat yang dapat digunakan sebagai anastesia (mati rasa), untuk mengurangi penderitaan pasien. Pada suatu hari, ia memetik ramuan obat di gunung, bertemu dengan seorang penebang kayu yang tubuhnya luka parah.

Ketika itu terlihat penebang kayu itu merobek beberapa lembar daun, dihancurkan lalu ditekan di atas lukanya. Huato sangat gembira setelah melihatnya, lalu segera minta petunjuk pada penebang kayu, dan baru tahu ternyata daun itu adalah daun Manto Luo. Belakangan, melalui penelitian dan pembuatan berulang-ulang, akhirnya Huato berhasil membuat ramuan yang terkenal sepanjang masa, Ma Fei Shan.

Dalam novel Sui Hu (tepi air) bab ke-16 seperti dikutip Erabaru.net, diceritakan tentang penasihat Liang Shan yang banyak akal yakni Wu Yong menggunakan siasat yang sangat cerdik, memasukkan obat Meng Han ke dalam arak, kisah Sheng Cheng Gang yang dikawal oleh Yang Zhi direbut dengan akal dan siasat.

Saat setelah orang-orang yang mengawal Sheng Cheng Gang minum arak ramuan Wu Yong, 15 orang  memandangi 7 orang memasukkan barang-barang berharga di depan mata, tidak bisa bangkit, diam tidak dapat bergerak, dan tidak bisa bicara. Arak yang terkandung dalam minuman itulah obat Meng Han. Meng Han Yao adalah obat yang membuat pingsan satria, pada kenyataannya adalah suatu teknik mati rasa obat Tiongkok, komposisi utamanya adalah bunga Manto Luo. Bunga Manto Luo tumbuh di mana-mana di padang belantara, di Provinsi Guang Xi. Obat Meng Han dibuat dengan jenis tumbuhan ini waktu itu.

Obat ramuan Tionghoa yang mempunyai efek mati rasa sangat banyak, selain Manto Luo, yang sering digunakan kurang lebih masih ada 40 jenis lainnya. Kedokteran Barat menggunakan eter dan obat mati rasa lainnya untuk melakukan pembedahan, hanya dalam ratusan tahun ini saja, sedangkan pengobatan tradisional Tionghoa sejak 2.000 tahun silam, Huato telah menciptakan Ma Fei Shan dan telah digunakan dalam pengobatan.

(Dikutip dari Zhengjian.org/asr)

Share

Video Popular