Erabaru.net – Setelah mengakhiri kunjungannya di Beijing, Tiongkok. Asisten Sekretaris Menteri Luar Negeri AS Susan Thornton mengatakan kepada media AS, bahwa Beijing menyadari akan sangat sulit untuk melakukan dialog sementara Korut menembakkan rudal.” Pejabat Beijing telah menegaskan, sekarang bukan saatnya dialog, tapi perlu meningkatkan tekanan terhadap Korut.

Asisten Sekretaris Menteri Luar Negeri AS Susan Thornton, seperti dilansir dari dari berbagai media berbahasa mandarin di luar negeri, mengatakan kepada media AS bahwa tindakan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran Beijing tentang perlunya menekan Korut untuk menghentikan program rudal nuklir dan balistiknya. Ia juga mencatat bahwa AS telah melihat “pergeseran tekanan” dalam pendekatan Tiongkok terhadap Pyongyang.

Beijing juga menyadari bahwa akan sangat sulit untuk melakukan dialog sementara Korut menembakkan rudal,” ungkap Thorton kepada majalah “Time”.

Thornton mengatakan bahwa di satu sisi Beijing memaksa Pyongyang menghentikan program nuklirnya dan secara aktif memperluas sanksi terhadap Korea Utara, di sisi lain Beijing mengatakan bawa “efek sanksi sulit terjadi dalam waktu singkat, mungkin diperlukan waktu yang cukup lama.”

Sementara Amerika Serikat mengatakan, waktu untuk mendorong Korea Utara kembali ke meja perundingan sangat terbatas, dan pandangan ini “telah dipahami oleh pihak Tiongkok”

Beberapa waktu lalu, “Tokyo Shimbun”juga menyebutkan bahwa Trump terus memberikan tekanan secara diplomatic dan militer pada Pyongyang, sementara Beijing mendorong Amerika Serikat untuk dialog langsung dengan Korea Utara. Tapi setelah kunjungannya ke Beijing, Thornton mengatakan bahwa Beijng telah menyadari dialog sangat sulit dicapai selama Korut masih menembakkan rudalnya.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Nikky Haley, Selasa (30/5/2017) lalu mengatakan kepada media, bahwa AS percaya Beijing sedang berusaha menghentikan uji coba nuklir Korea Utara melalui saluran lain.

Namun, pakar Semenanjung Korea Victor Cha dari The Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC, Amerika Serikat, mengatakan kepada VOA, bahwa PKT tidak akan membiarkan runtuhnya rezim Korea Utara, sementara Korea Utara bisa memanfaatkan dengan baik “kartu” Beijing ini, sehingga Kim Jong-un berani bertindak semaunya.” (Jhon/asr)

Share

Video Popular