Erabaru.net. Komunis merusak budaya melenyapkan perikemanusiaan

Imperium Nazi menjunjung tinggi kebudayaan Jerman dan menggembar-gemborkan teori keunggulan bangsa Jerman.

Berdasarkan hal inilah mereka melakukan pemusnahan yang keji terhadap suku bangsa lain. Namun di dalam negeri, rakyat Jerman menikmati kesejahteraan sosial yang cukup baik.

Sedangkan hal yang lebih jahat dalam Komunisme adalah, pembantaian secara besar-besaran yang dilakukan oleh partai komunis berbagai negara semuanya ditujukan pada bangsa sendiri. Tanpa ampun merusak total warisan budaya bangsa dan akhlak tradisional mereka sendiri.

Gerakan “mendobrak 4 usang” yang muncul pada awal Revolusi Kebudayaan, telah menyapu bersih peninggalan sejarah dan situs bersejarah di seluruh pelosok negeri.

“Remaja Revolusioner” yang sebagian besar terdiri dari “pengawal merah” sekolah menengah, menyerbu tempat wisata di berbagai tempat, bertujuan menyingkirkan semua kebudayaan zaman kuno dan kebudayaan asing.

Peninggalan sejarah taman “Yuanming Yuan” (luas 350 ha, dibangun pada 1709) sekali lagi mengalami pengrusakan.

Makam leluhur pertama bangsa Tionghoa Kaisar Kuning dirusak secara permanen; kuil Konghucu di kota kelahirannya di Qufu, Provinsi Shandong, mengalami penghancuran, makam dibongkar dan jenazahnya hilang tanpa jejak.

Pemakaman keluarga Konghucu turun menurun seluas 200 ha yang telah bertahan 2 ribu tahun lamanya dijarah secara total.

Di tengah penjarahan besar-besaran pemakaman, makam kaisar, pejabat dinasti tersohor dan para pahlawan berbagai masa sejarah telah dirusak. Bahkan barang antik langka dan artefak kuno yang tersimpan di masyarakat, disita dan dibakar habis.

Selain itu, tindakan pengecaman dan pertarungan, penggrebekan rumah, menjadi informan penguasa, telah mempercepat tenggelamnya moralitas tradisional.

Ada cendekiawan berpendapat, Revolusi Kebudayaan selama 10 tahun (1966-1976) telah merusak berat kebudayaan Tiongkok, beberapa generasi selanjutnya pun sulit untuk memulihkannya.

Kejahatan komunisme masih terlalu sedikit dikenal orang

Turis yang mengunjungi kamp Auschwitz di Polandia ada berapa banyak yang terpikir bahwa di kala itu demi membasmi bangsa Yahudi, Hitler telah mengirim sejumlah besar anggota Gestapo untuk mempelajari pengalaman Uni Soviet mendirikan kamp konsentrasi.

Ratusan kamp konsentrasi orang Yahudi dan kamp tahanan perang di Jerman dan daerah pendudukan Jerman, didirikan sesuai dengan model Gulag (Glavnoye upravleniye ispravitelno-trudovykh lagerey i kolonii) – Direktorat/Administrasi Kepala untuk Kamp dan Koloni-koloni Kerja Paksa Hukuman, dari NKVD/ Komisariat Rakyat untuk Urusan Dalam Negeri Uni Soviet.

Penulis medsos Chen Liming memperbandingkan Fasisme dan Komunisme sebagai berikut.

“Kebersamaan Fasisme dan Komunisme adalah menciptakan kebencian, menjunjung tinggi diri sendiri, memberhalakan otokrasi, mengusung kekerasan, menindas lawan politik, mengekspansi kekuasaan, memberangus opini publik dan memonopoli ekonomi. Justru dalam sejumlah masalah substansi semacam ini mereka memiliki kebersamaan. Perbedaan antara mereka hanya pada: Fasisme secara terangan-terangan anti demokrasi, dapat dikatakan sebagai perampok yang secara terangan-terangan melakukan kejahatan, sedangkan Komunisme berkedok demokrasi ataupun republik memberdaya masyarakat dunia, persis serigala berbulu domba.”

Pada halaman Buku Hitam Komunisme tertera kata-kata, “Mengapa maha malapetaka Komunisme yang telah berlalu 8 dekade dan telah menyentuh 1/3 jiwa manusia di empat benua, namun kalangan akademisi berdiam seribu bahasa sedemikian rupa? Mengapa orang-orang menghadapi faktor krusial antara lain kejahatan yang berskala besar, sistematis dan anti kemanusiaan, masih saja banyak yang ragu untuk digunakan sebagai faktor sentral dalam menganalisa komunisme?”

“Sedangkan Lenin, Mao Zedong dan Ho Chi Minh bahkan Stalin, masih saja menikmati kehormatan yang mengejutkan orang. Lotre Lotto nasional Prancis sebagai sebuah lembaga pemerintah, bahkan memperoleh ide gila dengan menggunakan foto Stalin dan Mao Zedong sebagai iklan dalam kegiatan promosinya. Mohon tanya siapakah yang berani menggunakan foto Hitler atau Goebbels (menteri propaganda kabinet Hitler) dalam iklan komersialnya tanpa terancam hukuman penjara?”

Presiden Ukraina Yushchenko pernah mengatakan, “Penjahat Komunisme hanya dapat disebut sebagai penjahat, tidak dapat disebut dengan kata lain, …. Yang diperlukan oleh totaliter Komunisme adalah kekuasaan yang absolut. Sedangkan bagi kekuasaan absolut ini, manusia harus menjadi sama dengan hewan, lupa akan moral, lupa akan rohnya, menjadi bukan manusia lagi.”

Manusia, mana boleh menjadi “bukan manusia?”

Menjauhi, menyingkirkan, mencampakkan partai komunis, mengucapkan selamat tinggal pada mimpi buruk. Tragedi, baru dapat diakhiri, dunia baru dapat kembali pada peradaban yang sejati dan indah. (Dajiyuan/Tys/Yant/rp)

Tamat

Share

Video Popular