Melansir laman “Daily Star”, karena ancaman nuklir Korut yang terus meningkat, militer AS mengungkapkan akan meluncurkan dua rudal pencegat rudal ICBM

Percobaan baru akan dilaksanakan pada 2018 mendatang. “Kita harus menggunakan beberapa perangkat pencegat menguji sistem GMD (Ground Missile Defense) untuk mengumpulkan data,” kata Laksamana Madya Jim Syring, Direktur Badan Pertahanan Misil AS.

Informasi terkait dirilis setelah militer Amerika Serikat berhasil menembak jatuh sebuah replika misil balistik antar benua dalam uji coba sistem pertahanan di Pangkalan Udara Vandenberg, California, Selasa 30 Mei 2017.

“Percobaan itu disebut sebagai tonggal utama dalam bidang pertahanan dibawah ancaman nuklir dari negara totaliter Korea Utara. Pejabat Pentagon mengakui bahwa tes ini adalah untuk ancaman Korea Utara yang berkembang di tengah kekhawatiran atas program nuklirnya.

Korea Utara mengklaim memiliki rudal antarbenua yang mampu menghantam daratan Amerika Serikat. Menanggapi tes AS itu, pemimpin Korea Utara memperingatkan bahwa rudal nuklir antar benuanya mampu meluluhlantakkan Amerika menjadi abu.

“Kami akan uji coba menembakkan rudal balistik antarbenua kapan saja sesuai dengan perintah dari pemimpin tertinggi.” “Tidak ada yang bisa menghentikan master roket dari Timur, demikian laporan media Korea Utara, Rodong Sinmun

“Amerika harus memahami bahwa kita akan menggunakan senjata nuklir dan menghancurkannya menjadi abu itu bukan asal bicara.” cetus media Korea Utara, Rodong Sinmun. (Jhon/asr)

Share

Video Popular