Tahun 2017 ini adalah peringatan ke-28 tahun insiden berdarah Lapangan Tiananmen 4 Juni 1989.

Setiap tahun pada saat ini, kelompok hak asasi manusia dan pro-demokrasi dari belahan dunia selalu mengadakan kegiatan untuk memperingati tragedi berdarah itu, menghormati jiwa-jiwa muda yang dibantai dalam gerakan demokrasi.

Wu Renhua, salah satu pemimpin gerakan pro demokrasi mahasiswa tahun 1989 mengalami sendiri badai sejarah itu, kebenaran yang paling penting dari insiden 4 Juni 1989 adalah “fakta pembantaian,” kata Wu Renhua.

Ia (Wu Renhua-red) dikenal sebagai “Pertapa 4 Juni”, ahli sejarah peristiwa pro demokrasi 4 Juni 1989, mengasingkan diri pasca pembantaian dalam tragedi 4 Juni, sekarang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat.

Puluhan tahun lalu, Wu Renhua berusaha keras mengumpulkan fakta terkait insiden berdarah 4 Juni, dan secara berturut-turut menerbitkan buku “The Inside Story of the Bloody Clearance at Tiananmen Square” “The Martial Law Troops of June Fourth dan “The Full Record of the Tiananmen Movement”.

Pada tahun 2009, ia meluncurkan secara online aksi “mencari tokoh militer dalam insiden berdarah 4 Juni”, dan secara terbuka mengumpulkan daftar nama oknum militer yang terlibat dalam jam malam terkait insiden berdarah 4 Juni 1989, dan hingga menjelang pembantaian “4 Juni 1989. ”

Secara keseluruhan telah mengumpulkan hampir 3.000 “oknum militer yang terlibat dalam aksi brutal 4 Juni 1989”, bukan hanya nama, pangkat dan satuan/divisi dari para tentara terkait, tapi juga data tugas pasukan yang melaksanakan perintah 4 Juni 1989. Sehubungan dengan itu, para netter menyebutnya sebagai data historis 4 Juni yang paling berharga dalam beberapa tahun terakhir ini.

Meskipun insiden berdarah 4 Juni itu belum direhabilitasi hingga sekarang. Namun, “banyak wartawan asing yang juga menyaksikan sendiri peristiwa pembantaian 4 Juni di Beijing ketika itu, mereka meninggalkan banyak liputan, termasuk video, foto, file teks, sehingga pembantaian 4 Juni 1989 itu adalah sebuah fakta yang tak bisa dipungkiri,” kata Wu Renhua saat diwawancarai The Epochtimes. Baca Lihat Halaman Selanjutnya

Share

Video Popular