Erabaru.net. Berton-ton sampah plastik di Samudera Pasifik bisa hilang setengahnya dalam kurun lima tahun dengan bantuan seorang penemu muda berusia 22 tahun asal Belanda ini .

Boyan Slat, memulai proyeknya yang disebut The Ocean Cleanup pada 2013, mengatakan bahwa dia akan mengerahkan “penghalang mengambang” pertama mereka pada 2018 untuk mengumpulkan plastik yang telah terakumulasi di “tempat sampah” antara Hawaii dan California.

Slat berpendapat bahwa ratusan spesies telah terancam punah karena polusi plastik, apalagi masalah menjadi lebih akut seiring waktu karena potongan plastik yang lebih besar telah terpecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan memasuki rantai makanan.

Slat mengatakan bahwa metode konvensional seperti kapal dan jaring tidak cukup untuk mengumpulkan sampah. Sebagai gantinya, ia mengusulkan sistem pipa terapung, yang akan menangkap dan memusatkan plastik, bersamaan dengan layar yang akan menjebak puing-puing di bawah permukaan.

Pipa mengambang berbentuk U yang fleksibel, membentang 1-2 km, dan dirancang untuk mengikuti arus. Layarnya dimaksudkan untuk menangkap apa pun dari partikel plastik seukuran koin ke jaring ikan besar.

Plastik yang terkumpul kemudian akan dibawa kembali ke pantai dan didaur ulang.

Proyek ini meski masih dalam tahap prototipe, namun telah mengumpulkan 31 juta dollar AS, menurut situs TheInertia. Slat masih terus mencari dana tambahan.

Begitu sistem Samudera Pasifik telah terwujud, penemu muda tersebut berencana untuk  meluncurkannya di zona laut lain dimana limbah buatan manusia telah terakumulasi, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil daripada di Pasifik.

Beberapa ahli kelautan mengkritik proyek tersebut dengan mengatakan bahwa pembersihan di tengah laut merupakan usaha yang sia-sia dan menghilangkan masalah sebenarnya, yaitu jumlah plastik yang masuk.

Masalah lain yang ditimbulkan adalah kemungkinan gangguan terhadap kehidupan laut seperti plankton.

Slat, yang drop out (DO) dari universitas untuk memulai proyek tersebut, mengatakan bahwa dia memiliki ide untuk mengumpulkan plastik saat dia menyelam di Yunani saat berusia 16 tahun.

Dia sekarang menjalankan sebuah tim yang terdiri lebih dari 60 orang dan mendapat dukungan dari beberapa perusahaan besar seperti kapal keruk Boskalis dan grup kimia Akzo Nobel. (Osc/Yant)

Sumber: Reuters

Share

Video Popular