Erabaru.net – Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, Senin (5/6/2017), mengatakan Beijing harus berbuat lebih banyak dalam masalah Korea Utara, yang meningkatkan kegiatan nuklir dan peluru kendalinya, tidak seharusnya menghindari tanggung jawab mengendalikan Korea Utara dan mencoba menyelesaikan masalah dengan kekuatan ekonomi.

Jumat pekan lalu, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui resolusi sanksi yang lebih luas terhadap Korea Utara.

Sementara itu, Pyongyang menanggapinya dengan lantang, dan mengancam memperepat program rudal nuklirnya, mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang dapat mencapai daratan AS.

Tillerson : Beijing tidak seharusnya menghindari tanggung jawab dalam mengekang Korea Utara.

Melansir laman Agence France-Presse, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan Menteri Pertahanan Jim Mattis yang sedang mengadakan pembicaraan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Australia mengatakan : “Hari ini, kami menyampaikan suara bulat, menyerukan Korea Utara agar menghentikan program senjata nuklirnya.”

Tillerson mengatakan, pengembangan senjata nuklir Pyongyang tidak hanya mengancaman kawasan Asia Timur Laut, tapi bagi dunia, juga merupakan ancaman yang harus dihadapi bersama. “Beijing dan mitra regional lainnya harus mengintensifkan upaya untuk meningkatkan tekanan pada Korea Utara agar Korut menghentikan program nuklirnya,” pungkas Tillerson.

Sehubungan dengan tanggung jawab internasional Beijing pada masalah Korea Utara, Tillerson mengatakan, AS dan sekutu serta masyarakat internasional berpendapat, bahwa tanggung jawab Tiongkok dalam memelihara keamanan internasional juga semakin besar seiring dengan meningkatnya perdagangan dan kekuatan ekonomi negaranya.

Tillerson menegaskan bahwa Amerika Serikat bersedia untuk mempertahankan hubungan bilateral yang konstruktif dengan Beijing, tetapi pihak Tiongkok juga harus memenuhi kewajiban utama diplomatiknya.

Tillerson menegaskan bahwa AS tidak bisa membiarkan Tiongkok menggunakan kekuatan ekonominya untuk  menyelesaikan isu-isu lain, termasuk pembangunan militerisasi pulau buatan di Laut China Selatan dan kurangnya tekanan pada masalah Korea Utara.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus mendesak Beijing untuk meningkatkan tekanan terhadap Korea Utara, membantu menyelesaikan ancaman Korea Utara, tapi, jika Tiongkok tidak bersedia membantu,  maka AS  akan mempertimbangkan menyelesaiakannya sendiri, termasuk kemungkinan penggunaan cara militer. Sementara itu, Beijing mengatakan bahwa masalah utama di Semenanjung Korea adalah masalah antara Pyongyang dan Washington.

Amerika Serikat dan Australia menegaskan kembali kebebasan navigasi

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Amerika Serikat dan Australia menegaskan kembali prinsip kebebasan navigasi, setiap negara bebas berlayar di laut dan udara termasuk di perairan Laut China Selatan, untuk menjaga ketertiban dan melindungi aturan hukum.

Tillerson mengatakan Amerika Serikat dan Australia menentang pembangunan pulau buatan di Laut China Selatan dan militerisasi di perairan internasional.

Tillerson dan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis melakukan perjalanan pertama mereka ke Australia sejak Trump mulai menjabat Januari 2017 lalu. Australia adalah salah satu sekutu dan kedua negara selalu bersama di garis pertempuran dalam semua konflik besar sejak Perang Dunia Pertama. (Jhon/asr)

Share

Video Popular