Erabaru.net – Melansir laman hefty, 30 tahun yang lalu, pasutri yang mengelola sebuah peternakan di Norwegia ini melahirkan seorang anak laki-laki. Namun, dokter tidak mengucapkan selamat kepada pasutri ini atas kelahiran anak mereka, justru menggeleng-gelengkan kepala.

Dokter mengatakan kepada mereka bahwa anak mereka menderita Spinal Muscular Atrophy atau dalam istilah medis disebut penyakit sumsum tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan dan pengecilan (atrofi) otot. Tidak bisa jalan seumur hidup, dan secara fisik juga tidak sama dengan anak-anak normal lainnya. Dokter bahkan menyarankan akhiri saja hidupnya, tetapi bagi orang tuanya itu lebih menyakitkan daripada mengakhiri hidupnya.


Mereka akhirnya memutuskan membawa pulang anaknya yang diberi nama Torstein Lerhol. Di mata mereka, anak ini tidak berbeda dengan anak-anak normal lainnya yang perlu mendapatkan perawatan terbaik!


Torstein menyelesaikan SMU-nya dengan hasil yang memuaskan, dan menjadi seorang guru setelah lulus dari universitas. Tidak hanya itu, dia juga sangat tertarik dengan politik. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan, dan dalam waktu relatif singkat menjadi seorang tokoh politik yang populer dan inspiratif. Selain itu, ia juga dengan tekun mencoba bidang apapun yang disukainya, sehingga kesehariannya dipenuhi dengan warna kehidupan!

Semangat optimisme Torstein mempengaruhi banyak orang. Belum lama ini, seorang temannya, yakni fotografer Henrik Fjørtoft memutuskan membuat serangkaian buku foto dan mengundangnya sebagai modelnya.  Namun, Torstein ragu-ragu, tapi akhirnya ia setuju, memutuskan memperlihatkan wujud dirinya di depan publik.


“Sudah lama saya pertimbangkan, apakah perlu memublikasikan tulisan dan foto-foto ini. Saya hanya ingin tunjukkan bahwa saya tidak terpengaruh oleh fisik maupun penampilan saya.Fisik dan wujud ini tidak akan menghentikan saya menetapkan tujuan ambisius saya, Saya berharap tulisan dan foto-foto saya ini dapat menyentuh orang-orang yang berlebihan dalam melihat penampilan fisiknya, membantu mereka memahami nilai inherennya masing-masing. Karena secara inheren, keunggulan adalah kunci yang menentukan keberhasilan kita bukan hal-hal eksternal lainnya.” (Jhon/asr)

Sumber : coco.01.net

Share

Video Popular