Erabaru.net. Sering kita lihat foto-foto keindahan pemandangan alam, hingga kota-kota di seluruh dunia melalui sosial media.

Salah satu tujuannya mempopulerkan obyek/ lokasi tersebut kepada publik. Bahkan menjadi sebuah promosi tersendiri, karena orang akan tertarik melihat atau mengunjunginya.

Namun berbeda dengan pandangan pemimpin di sebuah kota kecil di Swiss ini. Mereka melarang mengambil foto kota kecil nan indah itu.

Sebuah kota kecil yang indah di Swiss menerapkan pepatah, “Sebanyak apapun publisitas adalah publisitas yang bagus”.

Bulan lalu, pemimpin kota Bergün / Bravuogn menerapkan strategi pemasaran yang modern untuk melarang fotografi dengan harapan meningkatkan visibilitas desa indah yang ada di kota ini sebagai tujuan wisata Swiss.

Para pemimpin kota menyetujui undang-undang tersebut bulan lalu.

Mereka menganggap memamerkan pemandangan kota Bergün / Bravuogn hanya akan memanggil orang asing untuk kesana, sehingga pada akhirnya menyebabkan keresahan sosial.

Lagi pula, foto wisata yang bagus dan indah di media sosial membuat penonton tidak senang, karena mereka sendiri tidak bisa langsung ke tempat itu.

Sebenarnya, tindakan pemerintah ini benar. Karena foto-foto itu hanya  membuat kita stress karena kecemburuan!

Ingin pergi kesana, tapi tak ada waktu, uang belum cukup, dan alasan lain.

Tapi, alih-alih menyebabkan keresahan, mereka memberi kita penyebab utama untuk berkelana ke negeri orang, apalagi negara Swiss terkenal sangat indah dan modern!

Barang siapa yang berani melanggar undang-undang baru itu akan dikenakan  denda lima franc.

Namun direktur pemasaran kota tersebut mengakui bahwa denda tersebut mungkin tidak akan pernah diberlakukan.

Sumber foto: thelocal

Meski begitu, kantor pariwisata setempat telah menghapus foto desa-desa indah  di kota Bergün / Bravuogn dari akun media sosialnya, dan berencana untuk menghapus gambar yang berkaitan dari situs lain juga.

Penasaran dengan kota indah itu? Berikut beberapa foto dari sumber huffingtonpost

Sumber foto: huffingtonpost

Kita harus mengakui, taktik pemasaran ini benar-benar berhasil pada kita. Kita tidak bisa berhenti melihat gambar apa pun yang terkait dengan kota Bergün, saking indahnya desa-desa disana!

Sumber foto: huffingtonpost

“Bergün/Bravuogn adalah kota yang sangat indah, asri dan alami. Kami tidak ingin membuat orang di luar komunitas merasa sengsara dengan foto-foto yang tersebar di  media sosial, dan dengan hormat kami mengundang Anda untuk mengunjungi Bergün untuk merasakan sendiri keindahan kota ini,” kata walikota Bergün, Peter Nicolay.

“Saya sangat senang bahwa penduduk Bergün berbagi kebahagiaan dengan  semua orang. Itu membuat saya sangat bangga terhadap mereka dan kota ini,” tambah Nicolay.

Sumber foto: huffingtonpost

Kebijakan strategi pemasaran tersebut tak luput dari beragam reaksi  masyarakat.

Beberapa orang begitu kesal karena hal ini, sehingga mereka telah bersumpah untuk tidak pernah mengunjungi Bergün / Bravuogn.

Sementara yang lainnya membandingkan peraturan konyol ini dengan taktik serius yang diberlakukan di Korea Utara.

Tetapi jika tujuan departemen pemasaran adalah membuat orang membicarakan kota kecil mereka, tentu saja tujuan itu telah dicapai! (jul/rp)

Share

Video Popular