Erabaru.net – Sejujurnya, berbagi meja makan dengan seorang pengemis bukanlah sesuatu yang biasa dilihat atau dilakukan dalam kehidupan kita.

Namun, bagi Faye Ares, seorang mahasiswi di Filipina, hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh. Faye memutuskan untuk makan siang bersama seorang peminta sedekah sambil mendengarkan kisah hidupnya.

Faye kemudian berbagi pengalaman menyentuh hatinya dan kisah itu menjadi viral.

Faye menulis, “Pada jam 2 sore kemarin, sedang saya berjalan di mal sambil memikirkan apa yang akan dimakan, tiba-tiba seorang pria tua datang menghampiri.”

“Pria tua itu berkata,  maaf tapi saya harus katakan sesuatu. Tolonglah jangan marahi saya dan maaf mengganggu. Saya tidak akan meminta uang. Tapi saya ingin meminta makanan karena saya lapar,” tambah Faye.

“Awalnya saya terkejut, bukan karena dia orang yang tidak dikenal, tetapi karena dia sangat fasih berbahasa Inggris. Hati saya tersentuh melihat betapa lemahnya kondisi pria tua tersebut, “tulisnya.

Jadi Faye mengundang pengemis itu ke restoran Jollibee. Pengemis itu berkata, “benarkah?” Seolah-olah dia tidak percaya akan ajakan Faye.

Faye melanjutkan ceritanya, “Saya dapat melihat kegembiraan di wajahnya tatkala matanya mulai menitikkan air mata. Saya meminta dia menemukan meja untuk kami berdua sementara saya mengantri untuk mendapatkan makanan. Setelah semenit berlalu, dia datang ke arah saya dan berkata, saya sangka Paman sudah kehilangan kamu tadi.”

Setelah mendapatkan makanan, Faye duduk semeja dan menikmati makan siangnya dengan peminta sedekah itu. Gambaran seperti ini sangat sulit dilihat pada saat ini, bukan?

Sementara mereka sedang bersantap, Faye bertanya berbagai pertanyaan kepada pria tua itu. Dia menemukan nama peminta sedekah itu adalah Jansen Locsin.

Apa yang mengejutkan, dia lulus dia dari Ateneo de Manila University di bidang ekonomi. Jansen juga pernah mengajar di University of the Philippines Manila dan Ateneo de Manila University sebelum ini.

Sumber: Facebook
Sumber: Facebook

Jansen tidak memiliki istri atau anak. Ayahnya telah meninggal dunia sedangkan ibunya masih hidup.

Hasrat Jansen cuma satu, yaitu dia ingin kembali ke pangkuan keluarganya di Bacolod. Pengemis berusia 70 tahun itu datang ke Cebu atas urusan bisnis, tapi tidak berhasil dan dia jatuh bangkrut.

Mereka terus mengobrol. Jansen menceritakan kisah hidupnya keada Faye. Dia juga menyarankan para mahasiswa supaya belajar bersungguh-sungguh karena pendidikan itu sangat penting.

Tulis Faye lagi, “Setelah kami selesai makan di Jollibee, kami keluar meninggalkan restoran itu dan saya memberinya sebotol air dan uang sebesar 100 peso. Jumlahnya kecil, tetapi ia tetap bisa membantunya. ”

Jansen ragu untuk menerima uang itu, tapi Faye mengatakan bahwa niatnya hanya untuk membantu.

Tambahkan Faye, “Saya memohon maaf kepadanya karena saya tidak mampu memberikan jumlah yang lebih banyak karena saya masih seorang pelajar. Tapi dia sangat senang dan air matanya mulai tampak di matanya. ”

Kemudian mereka melambaikan tangan tatkala mereka pergi ke arah haluan masing-masing.

Sebelum itu, Jansen meminta nomor telepon saya karena dia ingin mengucapkan terima kasih kepada saya sebelum dia meninggalkan Cebu.

“Dia sebenarnya tidak mengharapkan yang saya akan makan dan mengobrol bersamanya seperti insan biasa,” tulis Faye ..

Setelah kisah yang dibagikannya menjadi viral, banyak netizen memujinya atas kemurahan hatinya. Apa yang mengejutkan, seorang netizen yang memiliki nama keluarga yang sama dengan pengemis itu kini sedang mencarinya.

Sumber: Facebook

Diharapkan Jansen akan bertemu dengan keluarganya kembali melalui bersama Facebook tersebut. (Erabaru.com.my/asr)

Share

Video Popular