Erabaru.net – Kita sering dihadapkan dengan berita-berita tentang tanggapan negatif masyarakat terhadap mantan narapidana. Tidak diperkirakan atas kesalahan apa pun, mantan narapidana maupun pecandu akan selalu dipandang miring oleh masyarakat.

Tanggapan negatif ini sebenarnya salah karena disebabkan oleh aspek penerimaan masyarakat terhadap mereka dapat berkontribusi pada perilaku mereka.

Jika kita menerima baik masa lampau mereka dengan memberi peluang untuk memajukan diri dan tidak melakukan diskriminasi, mungkin kita bisa mengubah mereka menjadi individu yang lebih berguna.

Namun jika tanggapan negatif dan boikot terhadap mereka dilakukan, hal ini dapat menyebabkan mereka merasa tersisih dalam masyarakat sehingga menyebabkan mereka kembali melakukan kegiatan seperti sediakala.

Setiap individu melakukan kesalahan bukan? kita ini siapa untuk menghakimi mereka?

Sumber: Straits Times

Misalnya mantan narapidana dari Singapura ini. Pengalaman masa lalunya yang pernah dipenjara selama 20 tahun atas kesalahan perdagangan narkoba tidak dijadikan sebagai penghalang untuk memperbaiki masa mudanya yang disia-siakan.

Chen Quan Xing dilahirkan di Bukit Timah merupakan anak seorang nelayan dan ibu rumah tangga. Menurut Oriental Daily, pada umurnya 14 tahun, Quan Xing mulai terlibat di dalam kegiatan tidak bermanfaat seperti minum arak, berjudi, pengganggu dan mengonsumsi obat karena terpengaruh teman sebaya.

Sumber: Mytimes

Terjerumus di dalam kancah tersebut, Quan Xing semakin lama semakin hanyut sampai pada akhirnya dia menyadari bahwa dia memiliki hutang dan tanpa pilihan lain, dia terpaksa mendistribusikan obat untuk tujuan melunasi hutangnya. Baca Selengkapnya 

Share

Video Popular