Erabaru.net. Meskipun pemerintah Tiongkok melakukan upaya-upaya untuk mengatasi polusi, namun ternyata desa-desa kecil seperti Nansitou dan Luzhuang Timur di Provinsi Hebei sering luput dari perhatian pemerintah.

Desa-desa ini terletak di pinggiran Handan, kota paling tua di Tiongkok, berjarak  250 mil (400 kilometer) dari Beijing.

Penduduk desa ini hidup dalam bayang-bayang kematian karena pabrik-pabrik kimia Guantou yang menghasilkan limbah kimia yang berbahaya.

Mereka mengatakan bahwa banyak tanaman yang mati dan orang-orang sakit sejak pabrik tersebut dibuka pada 2008.

Bau kimia memenuhi udara di sini, terutama di malam hari.

Tingkat kematian akibat kanker paru-paru di Provinsi Hebei naik 189% pada periode 1973-1975 hingga 2010-2011, menurut sebuah studi tahun 2016 oleh Universitas Kedokteran Hebei.

Menurut penduduk setempat, jumlah orang yang terkena stroke juga meningkat.

Seorang warga desa bernama Geng Lianling, menderita stroke dan tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Dia bilang itu disebabkan oleh asap kimia.

Pemerintah daerah berjanji untuk memberlakukan peraturan lingkungan namun banyak pemilik pabrik kimia tahu bagaimana cara menerapkan sistem tersebut.

Mereka menutup pabrik di siang hari, saat inspektur dan pegawai pemerintahan banyak yang datang untuk mengawasi.

Namun pada malam hari, mereka akan membuka pabrik, meningkatkan produksi, ketika semua warga tertidur dan pihak berwenang tak datang ke lokasi pabrik tersebut.

Para inspektur mengatakan bahwa wilayah tersebut diawasi setiap saat dan menolak klaim yang dituduhkan penduduk setempat.

Warga desa telah mencoba melakukan demonstrasi dengan memblokade pabrik dan jalan raya, namun pihak berwenang malah melakukan pemukulan dan penahanan.

Tak ada pilihan lain, penduduk desa pun akhirnya harus mengalah dan menerima nasib mengerikan mereka. (jul/rp)

Share

Video Popular