Erabaru.net. Bagi sebagian orang, mungkin sulit mempercayai kabar adanya orang yang bisa sembuh total dari penyakit jantung, apalagi jantungnya berhenti berdetak.

Namun, pria Taiwan berusia 44 tahun ini membuktikkan kepada dunia bahwa ia bisa sembuh total tanpa efek samping setelah jantungnya berhenti berdetak selama satu jam!

Pria yang bermarga Hong tersebut, dilarikan ke Rumah Sakit UniversitasShuang Ho Taipei, kota New Taipei, Taiwan Utara sekitar enam bulan yang lalu karena mengalami kesulitan bernafas.

Setelah mengalami gagal organ multiple dan serangan jantung, dia berhenti bernapas, dan jantungnya berhenti berdetak tak lama setelah dia dirawat di ICU. Tim keperawatan kritis segera melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) kepadanya.

Setengah jam kemudian, upaya mereka untuk mengembalikan detak jantungnya masih gagal.

Setelah melakukan pengecekan, tim medis pun akhirnya mengumumkan bahwa pasien tak bisa diselamatkan, namun ibu dan istri pasien tidak menyerah kepadanya.

Mereka terus memegang tangan Hong dengan kuat dan memanggil namanya dengan tulus, berharap ada keajaiban yang akan terjadi.

Tiba-tiba, keajaiban yang luar biasa terjadi. Denyut nadi Hong sedikit-sedikit berdenyut kembali.

Sungguh menakjubkan, ketika seseorang yang dinyatakan meninggal, dapat hidup lagi setelah merasakan pikiran dan tekad dari keluarganya yang menginginkan Hong sembuh.

Hong (2 dari kanan) berpose dengan tim medis Rumah Sakit Universitas Shuang-Ho Taipei setelah sembuh dari gagal jantung. (Gambar: Courtesy of Chung Yuan)

Tim keperawatan kritis kembali melakukan CPR padanya selama setengah jam lagi hingga detak jantung dan denyut nadinya pulih sepenuhnya.

Tim medis memasang Oksigenasi Membran Ekstrakorporeal (ECMO 葉 克 膜) pada pasien, kemudian membawanya ke ruang kateterisasi jantung untuk perawatan lebih lanjut.

Terjadi penyumbatan di dua arteri koroner Hong, sehingga tim medis segera membuka pembuluh darah yang tersumbat dan menerapkan dua stent (tabung kecil) intravaskular untuk mengatasi penyempitan dinding arterinya.

Setelah dirawat di rumah sakit selama sekitar dua bulan, Hong diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dia telah pulih sepenuhnya dari lubang kematian dan dapat kembali ke kehidupan normalnya.

Ketika Hong kembali ke Rumah Sakit Universitas Medis Shuang-Ho Taipei bersama istrinya pada 2 Juni 2017 lalu, tim medis kagum pada kesembuhan Hong yang tidak meninggalkan efek samping.

Tim medis Rumah Sakit Universitas Shuang-Ho Taipei menyiapkan sebuah kue untuk merayakan seorang praktisi Falun Gong Taiwan, bermarga Hong (5 dari kiri), dinyatakan sembuh total setelah jantungnya berhenti berdetak selama satu jam. (Courtesy of Taipei Medical University Shuang-Ho Hospital)

Seorang perawat yang telah membantunya bahkan  menangis, dan mengagumi tekad kuatnya untuk terus hidup. Dokter yang hadir juga  menyebut Hong telah mendapatkan keajaiban medis.

Chen Kuan-Yuan, dokter  Departemen Pulmonologi di Rumah Sakit Shuang-Ho, mengungkapkan bahwa menurut pengalaman klinisnya, jika detak jantung pasien tidak pulih setelah CPR diberikan lebih dari 30 menit, tingkat kelangsungan hidupnya sangat tipis.

Dia menambahkan bahwa bahkan jika detak jantung pasien dipulihkan, kemungkinan besar dia akan menjadi vegetatif.

Sementara Hao Wen-Rui, dokter yang menangani Hong, mengatakan, “Sejujurnya, kami tidak menyangka bahwa Hong dapar sadar kembali setelah dihidupkan kembali. Kami terkejut melihat dia berjalan normal. Sepertinya dia bukan orang yang telah dinyatakan meninggal lebih dari satu jam.”

Pada konferensi pers di rumah sakit pada 2 Juni yang lalu, Hong mengatakan bahwa dia bisa bangun dari tempat tidur sesaat setelah dipindahkan dari ICU ke bangsal perawatan pernafasan, di mana dia kemudian melanjutkan latihan Falun Gong di bangsalnya.

Selain mengucapkan terima kasih atas perawatan yang luar biasa dari tim medis dan dukungan keluarganya, Hong juga menyampaikan apresiasinya kepada pendiri Falun Gong, Li Hongzhi, karena telah menyampaikan praktik Falun Gong kepadanya sehingga dia dapat selamat dari cobaan.

Dia menekankan bahwa selama penderitaannya, dia menanamkan di dalam pikirannya, bahwa dalam hal masalah kesehatan, 70% disebabkan oleh kesehatan yang bersifat psikologis dan sisanya disebabkan oleh masalah fisik.

Oleh karena itu, dia ingin memberi saran kepada orang lain bahwa Anda seharusnya tidak pernah menyerah, terlepas dari seberapa sulit situasi dan cobaan hidup Anda. (jul/rp)

Share

Video Popular