Erabaru.net. Ayah angkatnya tidak menikah lagi seumur hidupnya, dengan susah payah dia membesarkan sendiri putri angkatnya hingga dewasa.

Menjelang pernikahan putrinya malam itu, ayah angkatnya mengungkapkan fakta yang telah dipendamnya selama bertahun-tahun, dan putrinya tercengang setelah mendengar pengakuan ayah angkatnya.

Berikut ini kisahnya.

Aku anak yang malang. Dicampakkan orang tua kandung tidak lama setelah lahir.

Namun  aku juga beruntung, ayah angkatku kebetulan ke rumah sakit ketika itu, dan melihat aku di salah satu gerbang rumah sakit.

Pada saat itu, ayah angkat tidak punya anak juga tidak menikah. Ia segera menggendong dan membawaku pulang ketika melihatku yang gemetar kedinginan saat itu.

Semenjak itu aku pun menjadi putri yang diakuinya.

Ayah hanya seorang buruh biasa dengan gaji tidak seberapa, tapi dia selalu membelikan aku susu.

Buah apel yang tidak setiap hari teman-temanku bisa menikmatinya selalu bisa aku nikmati setiap hari.

Demi aku, ayah tidak pernah mau menikah.

Ia takut aku akan merasa asing dengan seorang ibu tiri yang tiba-tiba hadir dalam hidupku.

Tapi aku tahu tidak ada wanita yang bersedia menjadi ibu tiri.

Aku telah menjadi beban ayah selama lebih dari 20 tahun.

Ia membiayai kuliahku dengan gajinya yang tidak seberapa.

Demi mengurangi bebannya, aku bekerja pada waktu luang untuk menambah penghasilan keluarga, tapi ayah sangat marah juga tak berdaya ketika tahu aku kerja secara diam-diam.

Ayah merasa bersalah karena tidak bisa memberiku hidup yang baik.

Aku memeluknya sambil berkata, “Ayah, aku sudah puas selama ayah ada disisiku, sekarang miskin tidak apa-apa, nanti hidup kita akan lebih nyaman setelah aku lulus dan bekerja.”

Ayah angkat hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk pundakku.

Singkat cerita, dua tahun setelah lulus, aku dan calon suamiku sekarang saling mengenal, dan berpacaran.

Malam menjelang pernikahanku, aku dan ayah angkat ngobrol cukup lama.

Ayah bilang ada sesuatu yang ingin disampaikan kepadaku.

“Sebenarnya ketika ayah ke rumah sakit waktu itu, karena ayah tisak bisa punya anak, ketika itu ayah sudah punya calon, bahkan sudah bertunangan, suatu kecelakaan menyebabkan ayah tidak bisa punya anak, dan pernikahan itu pun hangus,” kata ayah.

Ayah nyaris putus asa ketika membayangkan hari tua nanti tidak ada kerabat yang menjadi sandaran, waktu ke rumah sakit ketika itu tiba-tiba terlintas dalam benak ayah, kenapa tidak mengadopsi anak saja?

Dikarenakan ayah tidak memenuhi syarat mengadopsi anak, pilihan terakhir terpaksa membeli anak.

Sementara orang tua kandungmu ketika itu memang bermaksud mencampakkan dirimu hanya karena aku anak perempuan.

Mendengar itu, ayah lalu berunding dengan kedua orang tua kandungku, dan mereka setuju ayah yang merawatku.

“Belakangan mereka juga sudah beberapa kali datang menjengukmu, namun, karena ayah takut mereka menyesal dan mengambilmu kembali, jadi ayah membawamu pindah ke sini, sekarang kamu akan menikah, dan sudah saatnya memberitahu kamu rahasia ini, kamu tidak menyalahkan ayah, bukan?” kata ayah.

Ayah merawat dan membesarkanku waktu itu, karena saat itu ayah hanya ingin ada yang merawat dan mengantar ke peristirahatan terakhir nanti saat berpulang ke rumah Bapa.

“Maafkan ayah ya nak.”

Mendengar cerita itu, air mataku mengalir.

Tak disangka ada sepotong kisah seperti ini di masa lalu.

Aku tidak tahu apa yang terjadi pada orangtua kandungku dulu dan apa yang terjadi pada ayah angkatku, tapi satu hal yang aku tahu, cinta dan kasih dari ayah angkat untukku itu nyata.

Aku memeluk ayah angkat sambil menangis, “Ayah, tidak peduli apapun alasan ayah ketika itu, aku tahu kalau cinta ayah buatku itu nyata, dan aku merasakannya selama ini.

Aku tidak akan ninggalin ayah seumur hidup. Terima kasih ayah….” (Jhony/rp)

Sumber: Beauties life

Share

Video Popular