Erabaru.net. Pada awal masa Jiajing Dinasti Ming, seorang pedagang bermarga Jin dari Kabupaten Jiangsu mendirikan sebuah pegadaian di kotanya.

Ia baik hati dan jujur, pelanggannya merasa puas dan adil terhadap harga yang baik dan tenggat waktu yang lebih lama.

Perlakuan Jin juga dirasakan kerabat dan tetangga lansia, yang sering memiliki banyak kepentingan, bahkan ia rela membebaskan pinjaman mereka.

Suatu ketika, seorang istri petani menjadi sangat sakit. Karena petani itu hidup dalam kemiskinan dan tidak mampu menemui dokter atau membeli obat, ia harus menggadaikan mantel musim dinginnya untuk mendapatkan uang untuk merawat istrinya.

Tidak lama kemudian, musim dingin datang, tapi petani masih belum punya uang untuk menebus mantelnya, dan dia sering menggigil kedinginan.

Mencurigai petani itu tidak punya uang untuk menebus mantelnya dan takut petani itu akan mati membeku, Jin meminta petani itu melepaskan mantelnya untuk mendapatkan pinjaman tanpa bunga.

Petani itu sangat tersentuh sehingga dia tidak bisa berkata apa-apa.

Dengan cara ini, pegadaian Jin memberikan banyak bantuan material kepada para petani miskin di daerah tersebut.

Seiring waktu, tidak diketahui berapa banyak orang yang mendapat manfaat dari kemurahan hatinya ini dan terbantu dalam kehidupan mereka.

Walau pun telah lama berdiri, pegadaiannya menjadi semakin makmur, membuat Jin salah satu dari sedikit penduduk setempat yang kaya.

Pegadaian Jin memberikan banyak bantuan material kepada petani miskin di daerah tersebut. (ralph repo via flickr CC BY 2.0 )

Tidak mengherankan, reputasi dan popularitas Jin yang baik itu cepat menyebar dari mulut ke mulut dan pegadaiannya pun selalu ramai.

Tentu saja, bisnis itu sangat bagus. Ternyata, karakter baik seseorang adalah modal keberuntungan dan merupakan cara nyata untuk menghasilkan uang dengan cara yang benar.

Orang bermoral baik tidak hanya bisa menjadi kaya, tapi juga memiliki “sesuatu” yang akan melindungi kehidupan dan property yang dimiliki orang tersebut.

Ini juga terjadi pada Jin, dimana satu tahun kemudian, sekelompok bandit datang ke kota dan banyak orang kaya dirampok.

Anehnya, sama kayanya dengan Jin, para perampok itu melewati rumah pegadaiannya. Seluruh keluarga Jin dan harta mereka tetap aman dan sehat.

Polisi setempat terus-menerus mengajukan pertanyaan di benaknya saat memburu para bandit tersebut.

Tidak mendapat jawaban logis, polisi pun mencurigari Jin yang mungkin berkolaborasi dengan perampok ini.

Jika tidak, sulit untuk menjelaskan alasan mengapa pegadaiannya tidak tersentuh meskipun dia telah dikenal masyarakat luas atas kekayaannya.

Kemudian, perampok akhirnya ditangkap oleh polisi setempat. Selama diinterogasi ketat, para perampok menyangkal bahwa mereka berkolusi dengan Jin.

Polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut, yang memastikan bahwa Jin benar-benar orang jujur yang tidak hanya berurusan dengan banyak orang, tapi juga sering membantu orang-orang dalam kesulitan.

Pegadaian Jin menjadi semakin makmur, membuatnya menjadi salah satu dari sedikit penduduk asli kaya. (pixabay / CC0 1.0 )

Untuk membuka misteri itu, polisi tersebut kemudian menginterogasi perampok, “Anda yakin bahwa Anda memiliki kesempatan untuk mencuri uang di seluruh tempat, jadi mengapa Anda tidak merampok pegadaian Jin? Jelaskan motif kriminalmu kepadaku secara jujur!”

Perampok itu belum menceritakan kisah nyata sampai saat ini.

Ternyata perampok-perampok itu sudah merencanakan untuk merampok rumah gadai berkali-kali, tapi setiap kali mereka sampai di pegadaian pada malam hari, mereka selalu melihat banyak “makhluk” berkilau baju besi emas berdiri di atap pegadaian, memegang pedang dan lengan.

Hal itulah yang membuat para perampok tidak berani merampok pegadaian

Akhrnya, polisi dan pejabat hukum yang berwenang lainnya tiba-tiba menyadari bahwa perbuatan baik sehari-hari Jin ini tidak dilakukan sia-sia.

Para dewa pasti tersentuh oleh perbuatan Jin dan menawarkan perlindungan dari malapetaka dirampok.

Segera setelah itu, polisi tersebut menyerahkan Jin sebuah plakat yang bertuliskan “God Bless This Benevolent House” untuk mendorong masyarakat mengikuti tindakan moral harian Jin yang sungguh mulia.

Selama seseorang tidak “mengabaikan kebaikan kecil,” amal seseorang secara bertahap akan terakumulasi menjadi kebaikan dan kebajikan itu akan membawa satu kekuatan yang luar biasa. (jul/rp)

Share

Video Popular