Erabaru.net. Lalu lintas semakin hari makin padat selain menimbulkan kemacetan juga sering terjadi kecelakaan.

Di samping kecelakaan yang disebabkan óleh masalah teknis atau murni bencana alam,juga disebabkan óleh para pengendara ceróbóh yang nekat memainkan pónsel alias handphóne juga kadang sambil makan saat sedang mengemudi.

Sebuah proyek penelitian yang dilakukan oleh Exxon Mobil menunjukkan, pada 1.000 orang sopir, sebanyak 70% sopir sambil mengemudi sambil makan sesuatu dan ada 83% sopir yang sambil mengemudi mobil sambil minum.

Sebuah studi oleh Departemen Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) menyimpulkan, perilaku sambil mengendarai mobil sambil makan/minum sesuatu, tingkat insidennya bertambah menjadi 80%.

Selain itu mereka juga menyimpulkan bahwa 65% kecelakaan yang nyaris terjadi, disebabkan oleh sopir makan dan minum sesuatu sehingga tidak bisa berkonsentrasi.

Kenyataannya, sambil makan-minum sambil mengemudi lebih parah daripada ber handphone ketika sedang nyetir.

NHTSA juga mengeluarkan daftar makanan dan minuman jenis apa saja yang bisa membahayakan si pengemudi mobil.

Selain itu para ahli yang lain juga menyebutkan buah-buahan dan obat-obatan apa saja yang tidak boleh dimakan sebelum atau ketika sedang mengemudikan mobil.

Pasti Anda masih penasaran, maka marilah kita simak bersama tips di bawah ini.

Kopi dan sup panas

 

Kopi adalah minuman paling berbahaya ketika diminum sambil mengemudikan mobil.

Jika dibandingkan dengan makanan yang lain, kopi lebih mudah membuat sopir kehilangan konsentrasi.

Dalam mobil yang sedang melaju, kopi yang panas sangat mudah sekali meluber/tumpah.

Coba Anda bayangkan, ketika kopi panas menumpahi lutut Anda yang sedang pegang setir, hal membahayakan apakah yang bisa menimpa Anda.

Itu sebabnya, jika sedang berkendara, lebih baik jangan minum kopi.

Demikian pula minum sup panas tatkala mengemudikan mobil, sama bahayanya.

Makanan yang bersaus

Google Images
Google Images

Makanan apa pun yang bersaus pedas, jangan dikonsumsi di belakang setir.

Jika saus pedas itu menetes di atas setir atau di atas baju, Anda pasti tidak mampu mengemudikan mobil dengan stabil, hal itu sangat membahayakan.

Hamburger, hotdog, barbeque, dan lain-lain yang juga mengandung saus, lebih baik tidak dimakan bila Anda sedang mengemudikan mobil.

Ayam goreng dan donat

Google Images

Ayam goreng dan donat adalah makanan favorit banyak orang, akan tetapi ayam goreng yang berminyak dan donat yang lengket-lengket bisa menyebabkan lengket di atas setir atau di pakaian Anda, sama saja akan menjadikan sopir kehilangan konsentrasi dan memengaruhi dalam berkendara.

Selain itu, ketika mengemudikan mobil, satu tangan memegang setir, tangan yang lain memegang cokelat yang lezat, diantar ke mulut, juga dapat berdampak kehilangan konsentrasi yang serupa.

Cokelat yang melumer karena suhu tangan juga bisa mengotori setir mobil Anda.

Minuman kaleng

Google Images

Gas dalam minuman kaleng yang menyembur keluar, mengenai tubuh atau benda-benda lain yang berada dalam mobil, Anda secara naluri akan bereaksi.

Ketika Anda sedang mengemudikan mobil, hal seperti itu adalah sangat berbahaya.

Sedikit saja sorotan mata Anda berlaih dari jalanan, dapat menimbulkan risiko kecelakaan.

Buah

Google Images

Mengemudikan mobil juga bisa menghabiskan kalori tubuh.

Banyak sopir suka menyantap buah leci, pisang, dan buah-buahan lain yang manis.

Tetapi survei membuktikan, sopir yang mengonsumsi terlalu banyak buah leci sebelum atau sedang mengemudikan mobil, bukan hanya tidak bisa mencukupi kebutuhan gula dalam tubuh dengan segera, malahan bisa menambah risiko terjadinya kecelakaan.

Para ahli menyatakan, ketika kadar glukosa darah normalnya kurang dari 80 mg / ml, maka dapat terjadi beberapa gejala hipoglikemia.

Contoh seperti terasa lapar, melihat benda tidak jelas, gelisah, gemetar, pusing, berkeringat, tidak bisa berkonsentrasi, dan lain sebagainya.

Bagi seorang pengemudi mobil, hal itu amat sangat membahayakan.

Kandungan glukosa pada buah leci adalah fruktosa, merupakan sejenis monosakarida yang tidak dapat memberikan nutrisi pada organ tubuh manusia.

Ia membutuhkan serangkaian konversi katalitik melalui enzim dalam hati menjadi glukosa baru bisa diserap oleh tubuh manusia.

Jika terlalu banyak fruktosa yang masuk ke dalam aliran darah, enzim katalitik dalam hati tidak bisa menanganinya dengan segera, maka mungkin bisa terjadi hipoglikemia.

Pisang juga adalah buah yang sebaiknya tidak dimakan ketika perut Anda kosong dan sedang mengemudikan mobil.

Pisang mengandung banyak magnesium, mengonsumsi terlalu banyak ketika perut Anda kosong, maka kandungan magnesium dalam darah Anda akan bertambah secara drastis, akan menimbulkan efek menghambat dalam sistem kardiovaskular.

Jika rasio magnesium dan kalsium dalam cairan tubuh berubah maka dapat timbul gejala-gejala mati rasa, otot kaku, ngantuk dan letih.

Obat-obatan

Google Images

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa ada 7 jenis obat akan berpengaruh terhadap pengemudi dan merekomendasikan selama mengonsumsi obat-obatan tersebut dilarang mengemudi.

7 jenis obat-obatan itu adalah: Antihistamin, antidepresan, jenis obat anti cemas, obat penenang-hipnotik, analgesik antipiretik, antihipertensi, obat jantung dan obat hipoglikemik.

Selain itu, pada saat Anda mengonsumsi obat antibiotic ketika terkena flu, juga tidak dianjurkan untuk mengemudikan mobil.

Sebuah survei menunjukkan bahwa tingkat kecelakaan setelah mengonsumsi antihistamin (obat flu), mencapai 72%; dan pengonsumsi obat antidepresi dan penenang, tingkat kecelakaannya mencapai 97%.

Kandungan dalam obat-obatan tersebut sudah sangat jelas mempunyai efek penghambat terhadap sistem pusat syaraf, sering ada efek samping seperti mengantuk, pusing, letih, sakit kepala, gemetar, kuping mendengung dan halusinasi, konsentrasi dan kecepatan bereaksi pun menurun. (Lin/yant)

Sumber: The Epochtimes

Share

Video Popular