Erabaru.net . 15 tahun lalu, Suthida Saengsumat dikonfirmasi positif HIV sekarang ingin mengambil tindakan hukum kepada Departemen Kesehatan Thailand karena telah menyebabkan masa kecilnya hancur dengan berita palsu tersebut.

Suthida, 23 tahun dari daerah Roi-et memberi tahu bahwa sewaktu kecil, dia sering dikucilkan oleh teman-teman di sekolah karena kondisi kesehatannya.

Selain disisihkan oleh masyarakat, Suthida juga mengonsumsi obat anti-HIV pada setiap hari semenjak dia didiagnosis dengan HIV ketika berusia delapan tahun!

“Saya mulai mengambil obat penyakit HIV sejak itu (setelah didiagnosis). Saya harus pindah ke Samut Prakarn setelah banyak orang di desa membenci saya karena penyebab kematian ayah saya dan diagnosis dokter bahwa saya memiliki Aids,” katanya.

Suthida hanya berhenti mengonsumsinya sejak lima tahun lalu setelah dia dinyatakan mengandung anak pertamanya. Dari situ, Suthida diberitahu bahwa dia tidak mengalami HIV setelah menjalani beberapa tes darah di beberapa rumah sakit. Bahkan, suami dan anaknya juga tidak terinfeksi dengan penyakit tersebut.

Setelah hasil tes darah tersebut diungkapkan, Suthida dikatakan menangis hampir setiap malam setelah menemukan dia sebenarnya tidak mengidap penyakit terkait HIV dan selama ini dia telah tertipu.

15 tahun lalu ketika berusia delapan tahun, ayah Suthida telah meninggal karena AIDS. Suthida kemudian diminta menjalani tes darah oleh seorang dokter di Rumah Sakit Suvarnabhumi yang mendiagnosnya dengan HIV.

Akibat kesalahan dokter di rumah sakit tersebut yang Suthida dikatakan terkonfirmasi HIV, ia akan mengambil tindakan hukum serta menetapkan gugatan terhadap pihak tersebut. (asr)

Sumber : Metro/Erabaru.com.my

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular