Erabaru.net. Waktu itu aku lagi jalan-jalan, dan secara tak sengaja aku mendengar percakapan seorang ibu dan anak.

Tiba-tiba aku merasa sangat kagum dengan cara mendidik ibunya yang hebat ini, mendidik anak itu memang seharusnya seperti itu!

“Bagaimana jika mama menghabiskan yogurt-mu, kamu sedih gak?”

“Sedih!” kata anak laki-laki itu sambil menangis.

“Kamu menghabiskan semua tisu di WC McDonalds, nanti kalau manajer mereka lihat, pasti akan menyalahkan bibi yang bersihin WC.”

“Dan gaji bibi itu mungkin akan dipotong, dia sedih gak kalau begitu?”

“Sedih!” kata anak laki-laki itu dengan muka memerah tidak berani menatap mamanya.

Saat itu, dan bak sulap saja, sang mama mengambil yoghurt dari balik tangannya, tidak seharusnya mama habiskan yogurt kamu tanpa tanya dulu sama kamu.

“Mama minta maaf sama kamu, dan mama akan beli lagi yoghurt yang baru untukmu,” kata mamanya.

“Tapi bagaimana dengan bibi yang pasti sedih itu nak?” lanjutnya.

“Ma, aku juga tidak tahu!” Anak itu terdiam, sambil tangannya memainkan bajunya, tidak tahu apa yang harus dilakukan.

”Mama yakin kamu pasti punya cara, kamu mau mencobanya?”

Setelah terdiam cukup lama, anak itu kemudian menjawab, “Ma, aku tahu, aku mau kasih permen ke mereka, boleh?”

Sang mama ragu dan merenung sejenak, tentu saja ini bukan cara yang cocok untuk meminta maaf.

Tapi untuk mendukung sang anak, akhirnya ibu dan anak ini pergi ke minimarket sebelah dan membeli permen.

“Mama tunggu kamu di luar ya, kalau kata omnya tidak bisa dengan permen, nanti mama gantiin dulu pake uang mama.

”Ayo semangat nak!” Anak itu hanya mengangguk lalu masuk ke dalam McDonald’s karena penasaran, aku pun ikut masuk ke dalam.

Kebetulan saat itu ramai orang dikarenakan waktunya makan malam, McDonald disesaki dengan orang, semua pelayan juga tampak sibuk.

Share

Video Popular