Erabaru.net. Lagi-lagi warganet bertambah gegap gempita soal kemarahan seorang wanita muda terhadap ibu hamil yang diungkapkan dalam akun Pathnya.

Curhatan ini lantas dicapture pengguna lainnya lalu menyebar ke mana-mana.

Kejadian ini tepatnya di atas Commuter Line. Ada seorang ibu hamil dan diharapkan untuk dipersilakan diberikan tempat duduk.

Tak dinyana, ketidaksukaan sikap bumil ini direspon oleh Dinda sampai ke akun medsosnya.

Begini salah satu tulisannya pada akun Path yang bernama Dinda :

Febrina: iya feb gue sebel aja liatnya maunya enaknya doang dia. semoga tu anak nanti lahir ga nyusahin juga. gara-gara ibunya sering nyusahin orang.

Nyo: udah sering gw liat begitu geram banget kayak ga berdosa. emang dikira bagus banget begitu terus. ga sadar nyusahin orang.

beb: ya beb kesal banget aku. mbok ya naik bis atau berangkat subuh ya. dasar pemalas. resign aja dari kantor biar bisa leha-leha di rumah,” tulis Dinda disertai emoticon marah.

Jadi, tulisan Dinda meminta ibu hamil ini berhenti saja dari pekerjaannya, jika pada kenyataannya keinginan ibu hamil ini justru menyusahkan orang lain.

Terang saja tak semua warganet memarahinya dengan serius. Bahkan tulisan Dinda ini menjadi bahan candaan untuk menyindir status yang ditulis oleh Dinda ini.

Memang tulisan ini menjadi topik terhangat dan dibagikan puluhan ribu pengguna medsos seperti di Twitter.

Ada yang nulis begini, berharap kepada Dinda untuk berdiri hanya untuk waktu yang tak lama. Pengguna medsos ini mendakwa diri sebagai Nyonya Mener. Tentunya diketahui memang sudah berdiri sejak 1919.

“Yahilah Dinda baru berdiri sebentar di kereta, apa kabar saya? Nyonya Meneer berdiri sejak 1919.”

Bahkan bukannya menuai memaklumi dari kalangan pengguna medsos, justru status oleh wanita muda ini mendapat kecaman dari segala penjuru pengguna medsos. Ibaratnya, wanita muda ini dimarahi oleh sesama warganet.

Ternyata, Dinda tak serta tetap teguh atas pendirian yang diputuskannya. Setelah menjadi heboh, Dinda menyadari kesalahannya dan menyatakan meminta maaf.

“Terima kasih ya komen-komennya mba dan mas. saya sangat berterima kasih dibukakan mata saya atas pelajaran hidup saya ini. semoga saya bisa menjadi manusia lebih baik. aminnn.”

“Saya ingin meminta maaf setulus hati saya kepada rekan-rekan sekalian. karena perkataan saya yang tidak berkenan.”

“Saya harap pintu maaf dibukakan untuk saya. sekali lagi terima kasih ya rekan-rekan. dan saya meminta maaf sepenuh hati,” demikian tulisan Dinda yang menyebar di jejaring sosial, Kamis 17 Juni 2017. (asr)

 

Share

Video Popular