Erabaru.net. Seorang laki-laki berjalan di atas sebuah gunung yang diselimuti oleh salju.

Sepasang mata hampir tidak bisa dibuka karena dingin disertai badai salju yang menusuk tulang.

Laki-laki itu sudah lama berjalan, namun tetap tidak kelihatan ada jejak manusia.

Di saat itu, dari kejauhan tampak seorang petualang datang menghampirinya, dan secara otomatis dua orang itu akhirnya menjadi teman seperjalanan.

Rasanya menjadi lebih tenang dengan adanya teman dalam perjalanan.

Namun, untuk menghemat energi panas, hanya bisa diam seribu bahasa dan terus berjalan.

Di tengah perjalanan mereka melihat seorang laki-laki tua jatuh dalam gumpalan salju, kalau dibiarkan, orang tua itu pasti akan terkubur salju, dan mati kedinginan.

“Kita bawa saja dia dan jalan bersama, tuan, tolong dibantu,” ujar pemuda itu.

Sumber: pixabay.com

Mendengar usulan itu, dengan gusar rekannya berkata, “Cuaca yang buruk begini, untuk mengurus diri sendiri saja repot, mana bisa mengurus orang lain!”

Petualang itu pun lalu pergi seorang diri.

Sang pemuda terpaksa seorang diri menggendong si kakek itu dan meneruskan berjalannya.

Ia tidak tahu sudah berapa lama berjalan, sekujur tubuh dibasahi oleh keringat, dan di luar dugaan energi panas ini melumerkan tubuh kakek yang kaku kedinginan.

Secara berangsur-angsur kesadaran orang tua itu akhirnya pulih kembali.

Sumber: rei.com

Suhu kedua orang itu menjadi penghangat yang saling memberi kehangatan, sehingga dengan demikian lupa akan cuaca yang dingin.

“Syukurlah kek, akhirnya kita sampai juga,” kata pemuda itu ketika melihat perkampungan di kejauhan, dengan ceria laki-laki itu memberitahukan pada kakek yang digendongnya.

Namun, setibanya mereka di persimpangan desa, terlihat kerumunan massa sedang membicarakan sesuatu. Sebenarnya apa yang telah terjadi?

Laki-laki itu berdesakan masuk di antara kerumunan massa dan begitu dilihat, ternyata seorang laki-laki tergeletak di atas gumpalan salju.

Ketika dengan cermat mengamati mayat itu, ia benar-benar sangat terkejut.

Laki-laki yang mati kedinginan di atas salju yang tidak begitu jauh jaraknya dari desa itu ternyata adalah rekannya yang demi keselamatan diri sendiri lalu pergi terlebih dahulu meninggalkan mereka waktu itu. (asr/rp)

Sumber: Epochtimes

Share

Video Popular