Erabaru.net. Hari ini dengan sedih seorang teman bercerita, seorang cowok yang sudah lama mengejarnya, cowok yang paling menyentuh hatinya ketika itu, hari ini menikah.

Mendengar kabar yang tiba-tiba seperti itu, aku juga tidak tahu harus bagaimana menghiburnya, juga tidak menemukan alasan untuk menghiburnya.

Tapi dibawah kesadaranku aku bilang sama temanku, “Cowok itu sudah 5 tahun mengejarmu, tapi kamunya acuh tak acuh, nanti keburu tua kalau nunggu lagi.”

Temanku melongo aku bilang begitu. Ia tampak gagap, tidak tahu harus berkata apa.

Di pinggir jendela dia lalu berkata “Tadi aku datang ke resepsinya. Pengantinnya cantik sekali. Lebih cantik dari aku. Semua tamu yang hadir meliriknya. Dia juga ganteng pake jas, berdiri di atas panggung. Aku sama sekali tak menyangka kalau ternyata dia semenarik itu. ”

Belum sempat aku menjawab, (mungkin dia juga tak ingin mendengar jawabanku, hanya ingin mencari teman untuk menumpahkan kesedihannya yang tak jelas ).

“Aku mengira aku tidak pernah cinta sama dia. Aku mengira tidak peduli aku cinta padanya atau tidak, dia pasti selalu ada di sisiku.

“Aku mengira dia akan selalu jadi milikku. Terserah aku mau atau tidak. Tapi…ketika aku lihat dia sama pasangannya bertukaran cincin, hatiku rasanya sakit sekali.

“Dan entah kenapa air mataku pun mengalir keluar. Membuatku hanya samar-samar melihat mereka ciuman, dan saat itu aku baru sadar.

“Yang paling menyakitkan bukanlah orang yang kamu cintai itu tidak mencintaimu, tapi orang yang bertahun-tahun mencintaimu itu tiba-tiba membalikkan badan dan meninggalkanmu. Ketika kamu melihat orang yang bilang bahwa ia mencintaimu dan akan selalu menunggumu itu mengenakan cincin ke jari orang lain, kamu bisa dengar suara hatimu yang remuk.”

Sambil berbicara tiba-tiba ia menangis lagi, kemudian terus menceritakan tentang tingkah konyol cowok yang mengejarnya ketika itu.

Waktu itu dia sedang latihan militer, semua telepon atau handphone diblokir, tidak boleh dibawa masuk ke dalam asrama militer. Tapi, secara diam-diam ia berjalan ke tempat yang sangat jauh mencari telepon umum di sekitar jalan hanya untuk meneleponku.

Aku tidak tahu. Saat itu sedang musim dingin, dan suhu di sana -10 derajat, tapi cowok bodoh itu cuma demi nelpon aku, rela jalan jauh-jauh dalam kondisi cuaca ekstrim hanya untuk mendenger suaraku. Tapi aku justru bilang dengan kesal, kurang kerjaan apa, ngapain nelpon.

Dia bercerita sambil menangis, tapi wajahnya pura -pura tampak tersenyum. Dia bilang tak pernah terbayangkan hatinya akan seperih itu ketika melihat cowok itu berpaling dan memberikan perhatiannya pada cewek lain.

Sebenarnya, aku sendiri juga tidak tahu, kesedihannya itu karena merasa telah kehilangan “mainan” atau merasa kehilangan dengan takdir yang tak berjodoh bersamanya.

Kita hanyalah insan biasa, tak seorangpun yang masih akan tetap menunggumu ketika ia sudah berusaha bertahun-tahun namun tidak ada hasilnya. Meskipun dia bersedia menunggu, tapi realitas masyarakat juga tidak akan membiarkannya menunggumu.!

Jadi, hargailah orang-orang yang diam-diam menaruh perasaan dan mencintaimu, mungkin suatu suatu hari nanti, ketika dia benar-benar pergi darimu, kamu akan sadar, antara kamu dan dia yang tak bisa ditinggalkan itu adalah kamu sendiri, bukan dia.(jhn/yang)

Sumber: coco01.net

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular