Erabaru.net. Pria Indonesia ini lahir tanpa kedua tangan. Ia dibesarkan dalam kondisi kemiskinan.

Namun, keterbatasannya itu ternyata mampu membuatnya mewujudkan cita-cita dan impiannya, yakni  menjadi seorang fotografer.

Relatif sedikit orang benar-benar berhasil mendapatkan karir yang memuaskan dalam kehidupan, terutama di zaman modern ini.

Bayangkan betapa sulitnya seseorang lahir tanpa anggota badan dan berasal dari keluarga miskin!

Namun, inilah Achmand Zulkarnain, pria berusia 25 tahun dari Jawa, Indonesia yang telah berhasil mewujudkan cita-citanya!

Kehidupan awal memang tidak mudah dijalankan Achmand.

Seperti dilansir media www.ntd.tv, saat lahir, ibunya sempat ingin meninggalkannya karena malu, tapi beruntung para tetangganya menghentikan niat buruk sang ibu.

YouTube | Klip Carters

Namun, hal itu tidak membuatnya lebih mudah baginya, karena dia berjuang dengan kemiskinan dan ejekan dari rekan-rekannya saat ia  dewasa.

YouTube | Klip Carters“Itu adalah masa kecil yang paling suram. Saya diejek dan dipermalukan oleh teman-teman saya di sekolah,” kata Achmand.

Ia mengaku, pernah ada niatan  untuk mencoba mengakhiri hidupnya.

“Waktu itu saya duduk di bangku sekolah dasar. Aku punya pisau dan ingin bunuh diri. Tetapi saat aku mendekat pisau ke pergelangan tangan, aku takut dan menjatuhkan pisau itu,” katanya.

Pada akhirnya, baik ketidakmampuan, kemiskinan, maupun intimidasi yang ia alami di sekolah mampu membuatnya bangkit.

Terlepas dari pengalamannya yang mengerikan di masa kecilnya, pemuda tersebut mecoba bertahan hidup.

Untuk membantu ayahnya bekerja di bengkel sepeda motor, Achmand mulai mengambil foto orang-orang di desanya di Banyuwangi untuk kartu identitas.

Dia segera menyadari bahwa fotografi adalah bakat dan minatnya.

“Ibu saya memberi saya sebuah kamera sehingga saya bisa menggunakannya untuk menambah penghasilan ayah saya. Tapi lambat laun saya mulai tertarik dengan fotografi dan memutuskan untuk belajar teknik fotografi professional,” kata Achmand.

Kredit: Facebook | Achmad Zulkarnain

Belakangan, Achmand membeli kamera profesional dan juga menghabiskan banyak waktu di internet untuk belajar bagaimana menggunakan kamera untuk mendapatkan hasil gambar terbaik.

“Itu jelas bukan perjalanan yang mudah. Ada berbagai tantangan, tapi saya bertekad menghadapinya,” kata Achmand.

Ia bercerita, sebagian besar fotografi alam harus mendaki ke perbukitan, apalagi ia harus mendaki sambil memegang kamera tanpa dukungan siapapun. Tentu itu bukanlah hal yang mudah baginya.

“Sebenarnya, saya telah jatuh beberapa kali sekaligus melindungi kamera tapi saya tidak pernah menyerah,” tambahnya.

Untungnya, Achmand dikelilingi oleh teman-teman yang selalu menawarkan untuk membantunya.

“Banyak teman fotografer yang mendukung saya, mereka bahkan membantu saya jika saya mengalami kesulitan. Mereka berdiri bersamaku dan membantuku kapan pun aku membutuhkan bantuan mereka,” ujarnya.

Dia akhirnya menjadi fotografer terkenal, menerima banyak tawaran pekerjaan sepanjang tahun. Setiap pemotretan, ia menghasilkan sekitar US $ 100.

Kredit: Facebook | Achmad Zulkarnain

Seperti yang orang-orang katakan, “Hal baik datang kepada orang-orang yang sabar.”

Achmand tampaknya sangat menyakini dan menerapkan perkataan itu dalam dirinya.

“Hidup saya selalu tentang kesabaran dan ketekunan,” ujarnya.

Dia sekarang ingin mengilhami para penyandang disabilitas lainnya dan mendesak mereka untuk tidak menyerah dalam menggapai mimpinya.

“Saya ingin memberitahu orang-orang penyandang disabilitas, agar janganlah pernah untuk menyerah dalam menggapai impian dan cita-citamu. Kita harus membuat hidup kita menjadi yang terbaik, dengan apa yang Tuhan telah berikan kepada kita. Kita harus bekerja keras untuk memperbaiki hidup kita dan membawa kesetaraan di antara orang-orang normal … Kita bukanlah cacat tapi hanya berbeda dengan mereka, termasuk cara kerjanya,” tambahnya.

Lihat kegigihan Achmand beraksi fotografi dalam video di bawah ini. (intan/rp)

Sumber: ntd.tv/inspiring/stories

Share

Video Popular