Erabaru.net. Kisah ini terjadi di sebuah pedesaan Dongbei (timur laut Tiongkok). Di desa itu ada sepasang suami-istri, mereka memiliki seorang anak lelaki.

Anak tunggal ini sejak kecil fisiknya lemah dan sering sakit-sakitan, suami-istri itu sangat menyayangi anaknya ini, apa yang diinginkan anaknya selalu dipenuhi.

Demi untuk menyembuhkan penyakit anaknya, mereka hampir menghabiskan semua harta benda.

Ketika anak ini berusia 18 tahun, suatu hari, sang anak menunjuk seekor kuda satu-satunya yang masih tersisa di rumah dan mengatakan, “Saya ingin makan daging kuda, sembelih saja kuda itu.”

Suami-istri merasa keberatan. Apalagi kuda itu merupakan satu-satunya hewan penarik yang berharga, namun mereka melihat rupa sang anak yang sudah sekarat terbaring di atas ranjang, merasa kasihan.

Sang anak terus berteriak di atas ranjang, “Cepat bunuh kuda itu, saya ingin makan dagingnya, bagaimanapun juga saya harus makan daging kuda itu, jika terlambat saya tidak bisa makan dagingnya lagi, saya akan segera mati.”

Suami-istri melihat anaknya setengah mati ingin sekali makan daging kuda itu, lantas dengan menekan perasaan benar-benar membunuh kuda itu, dan memasaknya, setelah sang anak menghabiskan satu mangkuk daging kuda, tidak sampai 2 jam, dia benar-benar meninggal dunia.

Setelah kepergian anaknya, suami-istri lalu meratap sedih, tetangga yang berkali-kali menghiburnya juga sia-sia.

Kematian anak telah membuat suami-istri itu terpukul berat.

Share

Video Popular