Erabaru.net. Dalam menghadapi masa depan, menghadapi jiwa sendiri, manusia selalu merasa gelisah, sulit sekali mengambil pilihan yang tepat.

Iptek masa kini tidak mampu mengatasi faktor waktu, tidak dapat meramalkan masa akan datang, contoh yang paling menonjol adalah prakiraan cuaca, iptek yang paling mutakhirpun tidak dapat meramalkan dengan tepat perubahan cuaca pada tiga hari kemudian!

Sebaliknya di berbagai tempat di dunia, terutama di Tiongkok, pada setiap dinasti dan setiap zaman selalu ada ramalan yang beredar, saya yakin dalam kebudayaan tradisional Indonesia juga ada ramalan yang tepat.

Ramalan-ramalan tersebut tidak hanya menerawang kejadian tiga tahun, tiga puluh tahun, melainkan beberapa ratus tahun, bahkan ribuan tahun, sedangkan tingkat akurasinya mencengangkan, sulit dibayangkan.

Para peramal tersebut menggunakan berbagai kata, dan bentuk gambar, yang bermakna tersembunyi, merangkum kedalamnya apa yang akan terjadi dikemudian hari, orang-orang acap kali baru menemukan kode rahasianya setelah terjadi.

Nyata sekali bahwa ciri khas semua peramal adalah mereka memberi tahu ramalan mendatang, namun tidak merubah proses perkembangan sejarah.

Mungkin ada orang yang beranggapan mereka tidak dapat merubah masa mendatang, sedangkan saya pribadi ingin menyampaikan sebuah pemikiran lain.

Bagi para peramal, sejarah manusia sesungguhnya bagaikan sebuah sandiwara yang telah diatur sejak awal.

Satu babak demi satu babak dipentaskan sesuai skenario, kandungan makna yang mulia dari keseluruhan sandiwara, mereka dapat melihatnya dengan sangat jelas, tentu mereka tidak akan mengusik secuilpun dari isinya, sesungguhnya fungsi utama dari ramalan tersebut adalah memberi peringatan!

Di Tiongkok banyak peramal adalah orang yang menempuh hidup suci, terutama tokoh-tokoh dari aliran Buddha dan Tao.

Manusia pada umumnya secara alami akan menyangsikan kebenaran ramalan, sesungguhnya memang ada ramalan palsu yang direkayasa, tetapi ramalan sejati pasti bertahan dalam ujian waktu.

Jika itu adalah hasil rekayasa atau gubahan dari generasi setelahnya, maka sejarah akan muncul banyak versi yang berbeda, bersamaan itu bagian masa depan dari ramalan yang dibuat juga harus dibuktikan melalui waktu.

Pada masa-masa yang berbeda, dalam sejarah Tiongkok, ada banyak orang mengurai dan menjelaskan ramalan, maka ramalan yang direkayasa sesuka hati tidak akan bertahan lama.

Berhubung ramalan berkaitan dengan kebudayaan yang berbeda, maka akan ada perumpamaan tersembunyi dengan cara yang berbeda, menterjemahkan ramalan juga ada tingkat kesulitan tertentu.

Disini saya mengetengahkan ramalan dari seorang tokoh yang sangat terkenal dalam sejarah Tiongkok, yaitu Zhu Ge Kong Ming atau Zhu Ge Liang yang cerdik cendikia dalam kisah Samkok, ramalannya disebut “Ma Qian Ke” yang berarti “Pelajaran di Depan Kuda”.

Sebutan itu muncul di tengah masa peperangan, Zhu Ge Liang saat senggang duduk di depan kuda perang, secara sambilan ia membuat ramalan sekali jadi tentang masa mendatang.

Ramalan ini telah melangkahi sejarah Tiongkok 1800 tahun, dengan tepat telah meramalkan pergantian setiap dinasti setiap zaman, terus hingga kini.

Mudah sekali untuk memperlihatkan ketepatan ramalan tersebut. Saya berpendapat bagi orang-orang jaman modern yang selalu sibuk, ia telah memberikan sudut pandang yang lebih tinggi dan lebih luas untuk meninjau sejarah, dengan demikian mungkin dapat menggali kebenaran.

Lagipula ramalan tersebut telah memprediksikan masa kini dan masa mendatang yang akan terjadi, ini adalah topik yang menjadi perhatian kita semua.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular