Erabaru.net. Sekeluarga kakek, anak  dan kedua cucunya mati disambar petir di tempat dan dengan cara yang sama, dalam waktu yang berbeda. Ada lagi orang yang beberapa kali disambar petir, bahkan sampai ke liang lahat.

Banyak orang mengira bahwa petir tidaklah pernah bisa terjadi dalam dua kali di tempat yang sama, namun pada kenyataannya hal itu pernah terjadi, malah  beberapa kali  terjadi, bahkan masih bisa mendatangkan gejala yang unik.

Seperti misalnya pernah terjadi pada tahun 1899 di Italia, ada seorang bernama Daranthew yang disambar mati oleh petir di halaman rumahnya sendiri. Setelah 30 tahun berlalu, anak orang tersebut disambar mati di tempat dan dengan cara yang sama.

Sesudahnya pada tanggal 8 Oktober 1949, cucu korban pertama, dan anak korban belakangan yang bernama Lora Bullimarth menjadi korban petir lagi, jatuh di halaman tersebut. Demikian pernah dipublikasikan oleh majalah Destiny, edisi bulan ke-3 tahun 1950.

Kasus lainnya yang juga akibat keganasan petir dialami oleh seorang mayor tentara bernama Samuel Ford. Perwira yang perkasa itu pada tahun 1918 terluka di Firlandia, namun yang menyebabkan dirinya terluka bukan musuh, melainkan petir.

Petir menyambarnya saat ia mengendarai kuda, sehingga ia terjatuh. Akibatnya anggota badan bagian bawah menjadi lumpuh. Mayor yang pensiun dikarenakan cacat itu tinggal di Vancover itu, dan mulai belajar memancing ikan.

Namun pada tahun 1924, saat ia dan tiga nelayan bersama-sama menunggu di pinggir pantai, tiba-tiba petir menggelegar. Petir menyambar sebuah pohon, di mana ia duduk di bawahnya, akibatnya sebelah badan kanannya lumpuh.

Dua tahun kemudian, perlahan-lahan ia mulai sembuh akibat sambaran tersebut, dan bisa berjalan-jalan di taman umum Vancover.

Tak lama kemudian, pada musim panas tahun 1930, di luar dugaan ia bertemu lagi dengan petir disertai hujan di dalam taman, dan sekali lagi petir telah menyambarnya. Kali ini seluruh anggota badannya lumpuh, 2 tahun kemudian ia meninggal dunia.

Belum puas dengan itu, petir masih mengejarnya sampai ke liang kubur. Juni 1934, hujan lebat disertai petir menyerang Vancover, petir menyambar sebuah makam, membuat makam hancur tersambar, dan itulah batu nisan Mayor Samuel Ford. Sampai mati pun ternyata ia dikejar petir.

Kisah di atas yang berhubungan dengan petir bukan satu-satunya. Masih ada pemburu suatu suku di negara bagian Virginia yakni Rays Shallyvan adalah satu-satunya orang di dunia yang mengalami 4 kali serangan petir, yaitu pada tahun 1942, 1969, 1970 dan 1972.

Terakhir kali ketika ia mengalami sambaran petir, rambutnya hangus terbakar, dan sejak itu ia selalu membawa 5 galon air di dalam bagasi mobilnya sebagai persiapan terhadap hal-hal yang tak terduga. Pada tanggal 2 Agustus 1973, harian sore Star Washington melaporkan, Shallyvan mendapat sambaran petir yang ke-5 kalinya, untungnya tetap masih hidup.

Dalam kebudayaan tradisional Tiongkok, cerita disambar petir selalu merupakan akhir dari orang yang banyak berbuat jahat.

Di atas tulisan pada batu peringatan dalam kuburan seseorang terukir pengalamannya yang sangat dramatik yang dialaminya. Tanggal 25 Januari 1753, ia bersama tiga teman wanita pergi ke alun-alun kota Ma membeli karung terigu.

Setiap pembeli harus membayar sejumlah uang sesuai dengan harganya, dan dia tahu itu, tapi dia mengaku sudah membayar, bahkan sampai berani bersumpah pada langit (Tuhan), mengatakan bahwa ia telah menyerahkan uang sesuai dengan harganya.

Demi untuk memperkuat ucapannya supaya dapat lebih dipercaya lagi, ia menyatakan, “jika saya bohong, biarlah disambar petir.”

Di atas prasasti mengatakan, ia tidak mempertimbangkan akibatnya, ketika mengatakan sumpahnya, “Tuhan” mengabulkan sumpahnya yang mengerikan itu, membuat orang di sekelilingnya merasa terkejut.

Ia jatuh tersambar petir di atas permukaan tanah dan mati, uang yang disembunyikan masih tergenggam erat di kepalan tangannya.

Bagian akhir di prasasti tersebut mengatakan, bupati dan para personel kota  mendirikan tugu peringatan ini, adalah agar supaya generasi sesudahnya mengingat dalam hati sebuah peristiwa yang mengerikan itu.

Semoga peristiwa tersebut dapat dijadikan peringatan yang berguna, menghindari sumpah yang tidak jujur lalu dengan gegabah menantang Tuhan sehingga mendapat balasannya. (Padjar/asr)

Sumber : website Xinsheng

 

Share

Video Popular