Erabaru.net. Pernahkah Anda berpikir ingin menjaga asupan kalori dengan memesan soda diet?

Mungkin ini berhasil dalam jangka pendek, tapi, penelitian baru-baru ini mengatakan bahwa pemanis non-kalori dapat menyebabkan memperoleh berat badan dalam jangka panjang.

Tampaknya tidak mungkin, kan?

Tapi penelitian ini bukan pertama kalinya yang menghubungkan pemanis buatan dengan kelebihan berat badan.

Psikolog Sarah Hill mengetahui alasannya.

Tim peneliti Sarah di Texas Christian University, AS, menciptakan serangkaian percobaan dimana peserta ditugaskan untuk mengonsumsi minuman manis, minuman tanpa gula, atau minuman dengan pemanis non-kalori.

Kemudian mereka mengukur kognisi mereka, pilihan produk, dan tanggapan terhadap makanan manis. Inilah apa yang mereka temukan:

1. Diet soda membuat lebih responsif terhadap makanan manis

Dalam percobaan pertama, kelompok partisipan minum Sprite, Sprite Zero atau air jeruk lemon-limau (lemon-lime sparkling water) tanpa pemanis.

Setelah itu, mereka ditunjukkan serangkaian huruf dan diminta untuk membedakan apakah rangkaian huruf tersebut membentuk kata yang sebenarnya.

Mereka yang minum diet soda merespons lebih cepat terhadap rangkaian huruf tersebut ketika membentuk kata-kata makanan berkalori tinggi seperti kue (cookie) dan pizza.

Tidak ada perbedaan respon antara peminum soda biasa dengan air soda tanpa gula.

2. Diet soda lebih berpeluang memilih camilan manis

Jadi apa masalahnya? Para peneliti menunjukkan kemungkinan “decoupling (pemisahan) manis dengan ketersediaan energi” sebagai alasan untuk pilihan para peserta.

Ketika tubuh Anda mengira mendapatkan dorongan energi dari manisnya diet soda, tapi kemudian tidak (seperti dengan soda biasa), maka keinginan Anda untuk makanan atau minuman berkalori tinggi cenderung lebih kuat.

Dengan kata lain, Anda tidak bisa menipu tubuh dengan diet soda. (ajg/yant/rp)

Share

Video Popular