Erabaru.net. Terkadang, kehidupan membawa kita ke titik nadir dalam kehidupan, namun juga bisa berputar hingga mencapai kebangkitan yang tak pernah kita duga sebelumnya.

Itulah yang dialami oleh Jimmy Ong, pria asal Singapura, yang pernah mengalami pahitnya kehidupan,namun kini sebaliknya, ia dapat merasakan manisnya kehidupan.

(Sumber : Channel News Asia)

Dia mengalami kebangkrutan dalam bisnis yang ia bangun bersama rekannya.

Penjualan produk yang tidak meledak di pasaran membuat mereka akhirnya berpisah.

Jimmy memulai bisnisnya sendiri, dan saat itulah hal-hal benar-benar membuat hidupnya berada di level terbawah.

Bisnis barunya tidak berkembang, akhirnya ia bangkrut dan menjadi pengangguran.

Tak lama setelah itu, sang istri meninggalkannya, seperti yang dilansir Channel News Asia.

Keadaan menjadi lebih buruk ketika anak laki-laki satu-satunya yang berusia 11 tahun bernama Shaun, tiba-tiba menderita kanker dan meninggal tujuh bulan setelah didiagnosis.

Ia sering merasa bahwa keberuntungan tak berpihak kepadanya.

Fase itu merupakan titik terkelam bagi kehidupan Jimmy saat itu.

“Selama perjalanan dari krematorium ke rumah, pikiran saya menjadi liar. Kupikir aku harus mengakhiri semua ini. Tanpa berpikir panjang, saya naik ke apartemen tempat tinggal saya. Saya langsung memegang foto saya bersama anak laki-laki saya dan langsung menuju ke jendela. Di situlah saya ingin mengakhiri hidup ini.”

Tapi entah bagaimana, putranya yang sudah meninggal itu bisa membantunya keluar dari niat buruknya itu.

(Foto : Channel News Asia )

Dia ingat tiga janjinya terhadap Shaun sebelum kematian putra tercintanya itu.

Dia berjanji akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan orangtuanya, bekerja keras dan membeli rumah sendiri, serta berhenti merokok.

Akhirnya, ia pun kembali mencari pekerjaan dan rajin mengejar kariernya. Sayangnya, suatu malam, dia tertangkap sedang mengemudi dalam kondisi mabuk, yang akhirnya membawanya ke penjara.

“Dipenjara adalah hal baru bagi saya. Saya pun berpikir, apa yang telah terjadi dalam hidupku? Saya berpikir bahwa jika saya berjalan keluar dari penjara dan berperilaku seperti ini, saya mungkin akan kembali ke tempat yang sama, bahkan mungkin lebih buruk lagi. Saya pun akhirnya memantapkan diri untuk berkata ‘tidak, ini tidak akan pernah terjadi lagi’,” tutur Jimmy.

Share

Video Popular