Erabaru.net. Buah-buahan seperti dilansir “Daily Mail” Inggris tidak lama lagi akan berkurang beberapa jenis.

Pasalnya suatu jamur mematikan mengancam perkebunan pisang global.

Informasi ini sudah tersebar beberapa tahun lalu. Dan mungkin bermanfaat untuk disebarkan kembali.

Jamur mematikan yang disebut Fusarium oxysporum f.sp. cubense (FOC) atau penyakit Panama ini telah menyerang tanaman di perkebunan Taiwan, Indonesia dan Malaysia.

Para ahli memperingatkan, bahwa sekarang hanya masalah waktu, jamur tanah ini mencapai Amerika Latin.

Sebagian besar pisang yang dijual di supermarket adalah hasil dari Amerika Latin.

Peneliti dari Wageningen University, Belanda, memetakan rute penularan pathogen jamur yang berasal dari Asia Timur.

Ilustasi

Mereka menemukan bahwa hasil kloning tunggal dari penyakit panama pertama yang disebut Tropical Ras 4 (TR4) ini secara khusus menyerang pisang cavendish.

Pisang cavendish menyumbang lebih dari 47% dari hasil dan ekspor pisang dunia.

TR4 ditemukan di Indonesia, kemudian menyebar ke Taiwan, Tiongkok dan wilayah Asia Tenggara.

Karena pathogen jamur ini menyerang sistem pembuluh tanaman, sehingga menyebabkan tanaman menjadi layu karena berkurangnya volume air yang diserap tanaman dari tanah.

Para peneliti juga menemukan bahwa jumlah ekspor di wilayah yang terkena dampaknya itu akan mengalami penurunan tajam.

Jamur tanah ini masih belum bisa ditangani, setidaknya untuk saat ini.

Studi terkait juga menemukan bahwa jamur tanah ini telah menyebar ke Pakistan, Libanon, Yordania, Oman, Mozambik dan di negara bagian Queensland, Australia.

Ilustasi

Penyakit layunya pisang ditemukan pada 1876 di Australia. Lalu pada tahun 1890, penyakit yang sama muncul di pertanian Gros Michel di Costa Rica dan Panama.

Di sana, penyakit layu ini kemudian berkembang menjadi epidemi besar pada 1900, para peneliti menggambarkannya sebagai “kondisi terburuk dalam sejarah pertanian”.

Pada tahun 1910, Fusarium oxysporum f.sp cubense (FOC) yang menyebar melalui tanah itu telah dipastikan disebabkan oleh (penyakit dan hama tanaman pisang) atau penyakit Panama.

“TR4 mungkin akan berdampak pada lahan seluas sekitar 100.000 hektar, dan besar kemungkinan akan menyebabkan penyebaran lebih lanjut baik melalui bahan tanaman yang terinfeksi, tanah, peralatan atau alas sepatu yang terkontaminasi atau karena banjir dan langkah-langkah kebersihan yang tidak memadai,” kata peneliti.

Makalah “Worse Comes to Worst: Bananas and Panama Disease – When Plant and Pathogen Clones Meet” ini telah dipublikasikan di majalah “Plos One”-American Journal of Sains dan Technology. (jhn/yant/rp)

Share

Video Popular